Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Politeknik LPP Yogyakarta dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui gelaran Workshop Pemanfaatan Produk Turunan Kelapa Sawit, yang bertempat di Smart Batik.
Kegiatan ini menghadirkan seratus peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku UMKM, akademisi dosen maupun mahasiswa. Dibuka oleh CEO Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan, seorang inovator batik yang telah sukses mengenalkan batik berbasis malam sawit ke kancah global.
“Pentingnya inovasi dalam industri kreatif, terutama dalam memanfaatkan bahan baku yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan, pada Kamis (27 Februari 2025).
Pada kesempatan itu, para peserta mendapat kesempatan praktik langsung pembuatan batik menggunakan stearin, salah satu fraksi minyak sawit yang dapat menggantikan parafin dalam malam batik. Para peserta diberikan wawasan tentang manfaat stearin, yang terbukti lebih unggul dibandingkan minyak bumi karena tidak mudah menggumpal, tidak berbau, serta lebih ramah lingkungan.
Pemanfaatan stearin sebagai bahan baku malam batik menjadi salah satu bentuk kampanye “Sawit Baik”, yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang potensi besar kelapa sawit dalam industri kreatif serta mendukung keberlanjutan produk lokal. Sebagai negara penghasil sawit terbesar di dunia pada tahun 2024, Indonesia diharapkan dapat terus mengembangkan inovasi dalam pemanfaatan produk turunan sawit untuk mendukung perekonomian nasional.
Kolaborasi dalam Inovasi Sawit
Politeknik LPP Yogyakarta merupakan perguruan tinggi yang konsisten mencetak generasi unggul planters muda Indonesia. Dalam kesempatan tersebut Politekniknik LPP Yogyakarta bekerjsama dengan BPDP untuk menyelenggarakan workshop UMKM.
Kegiatan workshop ini berlangsung selama dua hari pada 26-27 Februari 2025. Di hari pertama workshop yang digelar di Ballroom Borobudur, dosen Politeknik LPP Yogyakarta, Rina Ekawati dan Lestari Hetalesi Saputri, memaparkan hasil-hasil penelitian serta pengabdian masyarakat terkait pemanfaatan produk turunan sawit. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah reusable wrap berbahan dasar turunan kelapa sawit, yang dapat menjadi solusi alternatif pengganti plastik sekali pakai. Pada sesi ini para peserta pun diberi kesempatan untuk melakukan praktik pembuatannya.
Materi berikutnya disampaikan oleh CEO Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan, yang memberikan wawasan terkait strategi pengembangan UMKM dari skala lokal ke pasar global.
“Kolaborasi antara pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produk berbasis bahan baku sawit,” katanya.
dihadiri oleh Wakil Direktur II Politeknik LPP Yogyakarta, Galuh Banowati; Kepala Divisi UKMK BPDP, Helmi Muhansah; Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY, Juli Kestijanti, S.E., Ak; Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM - DIY,Agus Mulyono, S.P, M.T, serta ada tamu undangan lainnya.
Komitmen dalam Pemberdayaan UMKM
Workshop ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi program penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Politeknik LPP Yogyakarta. Kolaborasi dengan BPDP dalam kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk memajukan sektor UMKM melalui inovasi berbasis kelapa sawit.
Politeknik LPP Yogyakarta juga memberikan apresiasi kepada BPDP yang secara konsisten mendukung program-program institusi pendidikan perkebunan, sehingga dapat menciptakan dampak nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat luas.
Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan produk bernilai ekonomis tinggi dengan memanfaatkan bahan baku sawit, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem bisnis yang lebih inovatif dan berkelanjutan.














