• Senin, 5 Oktober 2026
Berita Terbaru

Workshop Majalah Sawit Indonesia dan BPDPKS Promosikan Diversifikasi Sawit di Produk Pangan dan Pakan Ternak

Malang, SAWIT INDONESIA – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Ir. Avicenna M. Saniputera, M.T., M.H. resmi membuka gelaran Workshop Diversifikasi Produk Kelapa Sawit Khusus Pakan Ternak, Biomassa, Cokelat, Krimer dan Dupa Sawit di Malang, Jawa Timur, Senin (25 November 2024).

Workshop ini diselenggarakan oleh Majalah Sawit Indonesia dan didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang berlangsung selama dua hari yaitu Senin-Selasa (25-26 November 2024).

Dalam sambutannya, Avicenna M. Saniputera yang mewakili Bupati Kabupaten Malang Drs. H.M. Sanusi, M.M. me menyampaikan potensi pertanian Malang sangat tinggi, terdapat sejumlah komoditas yaitu kakao, kopi hingga tembakau.

“Malang tidak punya sawit secara ekologis, tapi hari ini bukti ini Malang cukup diperhitungkan pertaniannya untuk disumbangkan kemudian hari. Sebab, potensi pertanian di Kabupaten Malang, kelasnya sudah nasional sebagai contoh produk hortikultura yang sering juara lomba petani,” ujarnya.

Menurut dia, Kabupaten Malang memang cocok untuk komoditas apapun, bahkan untuk sawit yang saat ini mulai dirintis. Hanya saja, ujar dia, di saat petani sudah siap lari kencang tapi pasca panennya belum siap.

“Pak Bupati menyampaikan, mengembangkan sawit dan apapun harus ekosistemnya terbangun. Hulu hilir harus direncanakan betul. Seandainya mau dikembangkan di Malang, sawit akan berjalan lancar kalau hulu hilirnya disiapkan,” tuturnya.

Ketua Pelaksana Workshop, Qayuum Amri menjelaskan bahwa Workshop yang berlangsung selama dua hari ini menjadi bagian dari promosi dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat penggunaan sawit bagi kehidupan sehari-hari.

Majalah Sawit Indonesia, dikatakan Qayuum, memilih Malang sebagai tempat penyelenggaraan workshop dengan pertimbangan salah satu kota destinasi wisata menarik di Indonesia. Tahun lalu, jumlah wisatawan baik dari dalam dan luar negeri mencapai 3 juta orang. Sebagai daerah tujuan wisata, banyak sekali UKM di Malang yang tumbuh berkembang pesat sehingga berdampak positif bagi ekonomi masyarakat.

"Karena itulah, Majalah SAWIT INDONESIA hadir di kota Malang untuk memperkuat perspektif dan pandangan kebaikan serta manfaat sawit bagi masayrakat dan pelaku UKM. Selain itu, kami mengedukasi pelaku UKM agar tidak mencantumkan label No Palm Oil dan Palm Oil Free di kemasan produknya lantaran melanggar regulasi dan berpotensi terkena sanksi pemerintah," urai Qayuum yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia dan sawitindonesia.com.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah menyampaikan sawit merupakan komoditas yang berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS, kontribusi terhadap devisa per September sudah mencapai Rp339 triliun.

“Ada juga kajian BKM Kemenkeu pada 2023 bahwa sawit berhasil menyumbang Rp88 triliun dari pajak. Kita sandingkan kontribusi BUMN sebesar Rp82,1 triliun. Jadi sawit memiliki peran besar dalam berbangsa dan bernegara. Lalu menyerap 16,5 juta tenaga kerja. Kalau punya istri satu dan punya dua anak, terdapat 66 juta orang yang bergantung dari sawit,” jelasnya.

Kendati begitu, Helmi mengungkapkan saat ini sawit masih menghadapi tantangan, terutama dari kampanye negatif. Mulai dari isu sawit itu menyebabkan deforestasi, perusak hutan, sawit berdampak pada pelanggaran HAM, hingga sawit mengandung kolestrol yang tinggi.

“Ada 4 komoditas minyak nabati saat ini yaitu ada sawit, kedelai, rapeseed dan biji bunga matahari. Tapi yang paling efisien itu sawit. Karena untuk menghasilkan 1 ton, hanya butuh lahan 0,3 hektar. Sedangkan 1 ton bunga matahari butuh 1,3 ha, rapeseed butuh 1,6 ha, bahkan kedelai butuh lahan seluasd 2 ha untuk 1 ton minyaknya,” ujar Helmi.

Dikatakan Helmi, BPDPKS bersama stakeholder sawit telah melakukan sejumlah program untuk mendukung diversifikasi sawit agar bernilai tambah. Selain helm sawit, ada juga parafin sawit, lalu baterai dari limbah sawit dari ITB, pengawet buah, hingga dukungannya untuk riset kandungan gizi minyak sawit.

“Ada riset yang menunjukkan sawit kandungannya sama dengan air susu ibu, besar vitamin E dan A-nya. Ini bisa dijadikan bagian untuk program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo sebagai suplemen,” ungkapnya.

Workshop ini menghadirkan narasumber di sesi pertama bertemakan “Pemanfaatan Sawit yang Bernilai Tambah” antara lain Ir. Avicenna M. Saniputra, M.T, M.H (Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang), Helmi Muhansyah (Kepala Divisi UKMK BPDPKS), Mukti Sardjono, (Direktur Eksekutif GAPKI), dan Andika Kristinawati, M.Si (CEO PT Interstisi Material Maju).

Di Sesi II “Pemanfaatan Sawit Untuk Produk Pangan dan Pakan Ternak Berbasis UKMK”, narasumber yang akan diisi Sigit Prasetyo selaku Direktur PT Sawit Arum Madani, Direktur Kopi Warining Denny Christian Hariyanto, dan Suhendrik (Koperasi Sawit Setara).

Pada 26 November 2024, peserta workshop akan melakukan kunjungan ke UKM salah satu produsen coklat di Batu, Malang.

Artikel Terkait