• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri: Penyelesaian Perundingan EU-CEPA Prioritas Pemerintah Indonesia

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri didampingi Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Johni Martha menerima delegasi Committee on International Trade (INTA) dari Parlemen Uni Eropa (UE) kemarin, Rabu (16/4). Wamendag Roro menyampaikan bahwa penyelesaian perundingan Indonesia-European Union (EU) Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) merupakan prioritas pemerintah Indonesia.

Wamendag Roro menuturkan manfaat CEPA bagi masyarakat, terutama di tengah ketidakpastian perdagangan global saat ini. Wamendag mengimbau, Parlemen UE dapat memahami perbedaan tingkat ekonomi dan mendorong EU agar dapat menunjukkan pendekatan yang lebih pragmatis, untuk mencapai penyelesaian perundingan pada 2025.

"Indonesia menghargai dukungan parlemen Eropa terhadap proses perundingan Indonesia-EU CEPA. Kami meyakini, penyelesaian Indonesia-EU CEPA akan meningkatkan kepercayaan pasar bagi kedua belah pihak. Indonesia berharap UE akan memiliki pendekatan yang sama, mengingat perdagangan global yang bergejolak saat ini dan ketidakpastian di masa mendatang. Intensifikasi pasar bebas merupakan hal yang penting, namun harus dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan ekonomi yang berbeda di antara para mitra," jelas Wamendag Roro.

Tingkat fleksibilitas dan pendekatan pragmatis yang sama dari pihak UE sangat penting untuk menyelesaikan negosiasi. Penyelesaian Indonesia-EU CEPA diharapkan dapat segera menciptakan lingkungan yang lebih ramah bisnis (business-friendly) untuk mempertahankan kesejahteraan ekonomi kedua belah pihak.

Wamendag Roro juga menjelaskan, Indonesia menghargai penundaan implementasi Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EU Deforestation Regulation). Indonesia memandang kebijakan tersebut sebagai kebijakan yang diskriminatif dan kontra produktif terhadap upaya bersama global dalam mengatasi masalah iklim.

"Indonesia mendesak UE untuk mempertimbangkan kembali peraturan yang membebani perdagangan, bersifat diskriminatif, dan tidak sesuai dengan aturan dan prinsip-prinsip World Trade Organization (WTO). Setidaknya, kebijakan tersebut perlu dilengkapi dengan kerja sama yang erat dengan mitra dagang, khususnya dalam teknologi dan industri hijau,"ungkap Wamendag Roro.

Hal ini dapat menciptakan ekosistem ekonomi sirkular antara Indonesia dan UE. Diharapkan ini lebih membantu dalam mencapai kepentingan bersama untuk lingkungan dan ekonomi berkelanjutan yang seimbang. Memberlakukan hambatan perdagangan yang terselubung secara sepihak, seperti EUDR, bertentangan dengan semangat kolaborasi.

Wamendag Roro menambahkan, sikap kolaboratif adalah kebutuhan mutlak. Hal ini penting di tengah ketidakpastian perdagangan internasional yang semakin besar akibat kenaikan tarif Amerika Serikat terhadap banyak mitra dagangnya, termasuk UE dan Indonesia.

Sementara itu, Bernd Lange selaku Ketua Komite INTA sepakat mengenai pentingnya penyelesaian perundingan CEPA dalam waktu dekat dan akan mendorong tim runding agar dapat melakukan akselerasi perundingan dengan target penyelesaian segera. Selain itu, anggota Delegasi INTA juga sepakat dengan pernyataan Wamendag Roro bahwa CEPA harus dapat bersifat inklusif dan memberikan ruang gerak yang memudahkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menerima manfaat dari CEPA.

Sekilas Perdagangan Indonesia-UE

Neraca perdagangan Indonesia dan UE pada 2024 mencatatkan nilai surplus bagi Indonesia USD 4,5 miliar. Ekspor Indonesia ke UE mencatatkan nilai USD 17,3 miliar dengan tren positif 4,01 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Impor Indonesia dari UE USD 12,8 miliar dengan tren penurunan 9,12 persen.

Ekspor utama Indonesia ke UE meliputi minyak kelapa sawit dan turunannya, bijih tembaga dan konsentratnya, asam lemak monokarboksilat industri, alas kaki, serta bungkil dan residu padat. Adapun impor Indonesia dari UE meliputi obat-obatan, mesin pembuat pulp dari bahan selulosa, kendaraan bermotor, serta mesin dan peralatan mekanik.

Pada 2023, UE adalah sumber investasi langsung (foreign direct investment/FDI) ke-9 Indonesia. Investasi UE di Indonesia pada 2024 membukukan nilai USD 1,1 miliar yang terlaksana dalam lebih dari 11 ribu proyek. Nilai FDI ini menurun 52,4 persen dibandingkan pada 2023 yang senilai USD 2,32 miliar. Sementara pada periode 2020--2024, nilainya mencapai USD 9,9 miliar dengan lebih dari 37 ribu proyek.

Sumber: kemendag.go.id

Artikel Terkait