• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Wakil Menteri Kehutanan Meninjau Langsung Lokasi Karhutla di Riau

SAWIT INDONESIA - Pemerintah memberikan atensi terhadap eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Riau. Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar meninjau langsung lokasi karhutla di Riau bersama Kepala BNPB dan perwakilan Kementerian/Lembaga lainnya.

Kunjungan lapangan ini sebagai quick response Pemerintah guna mengakselerasi penanganan karthutla di lapangan secara terpadu. Ia menyatakan patroli pencegahan karhutla terus diintensifkan melibatkanTNI, POLRI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

"Kondisi sebaran asap akibat karhutla dari pantauan Satelit Himawari BMKG, terdeteksi asap di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Meski terdeteksi adanya indikasi asap lintas batas pada 19 Juli 2025, namun pada tanggal 20 Juli 2025 kondisi asap sudah membaik dan tidak terdeteksi asap lintas batas," kata Sulaiman, Senin (21/7/2025).

Menurutnya, karhutla di Riau saat kondisi kemarau seperti ini berpotensi menimbulkan asap lintas batas. Hal itu karena arah angin dari tenggara atau barat daya menuju barat laut atau timur laut.

Wamenhut juga menyampaikan telah dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan oleh BNPB, BMKG dan mitra swasta. OMC ini menjadi langkah penting dalam upaya mengurangi potensi kekeringan pada lahan gambut.

Sampai dengan saat ini, 2 tahap OMC sebanyak 14 sortie, dengan jumlah bahan yang disemai pada awan sebanyak 12.600 kg (NaCl). Selanjutnya OMC akan terus dilaksanakan selain di wilayah Riau, seperti di Sumsel, Jambi, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Kaltim.

Berdasarkan pantauan titik panas/ hotspot satelit wilayah Riau tercatat dengan hotspot tertinggi yaitu Kabupaten Rokan Hilir (1.767 titik). Hotspot secara keseluruhan di wilayah Riau sejumlah 4.449 titik, dengan hotspot tertinggi pada bulan Juli sejumlah 3.031 titik.

Dari perhitungan Kementerian Kehutanan, luas karhutla tahun 2025 di Provinsi Riau periode Januari-Mei 2025 seluas 751,08 Ha. Berdasarkan jenis tanah, karhutla terjadi seluas 695,72 Ha di tanah gambut (96,23%) dan seluas 55,37 Ha di tanah mineral (7,37%).

Berdasarkan tutupan lahan, seluas 16,45 Ha tutupan hutan (2,19%), dan seluas 734,63 Ha tutupan non hutan (97,81%). Berdasarkan fungsi kawasan terhitung 14,22% di kawasan hutan dan sebanyak 85,78% di APL.

“Kondisi iklim dan cuaca di provinsi Riau saat ini meminta perhatian kita bersama. Saya mengimbau agar semua pihak terus meningkatkan kesiagaan dan upaya pencegahan karhutla," ujarnya.

Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan Januanto menyampaikan bahwa jajarannya telah mengerahkan 120 personil Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera. Yakni dari Daops Dumai, dan Daops Siak, Daops Rengat, Daops Pekanbaru, bahkan dari luar Riau.

Sumber: rri.co.id

Artikel Terkait