Makassar, SAWIT INDONESIA – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani kelapa sawit. Untuk itu, peningkatan kapasitas pekebun melalui pelatihan dinilai sebagai investasi jangka panjang agar sektor sawit semakin produktif, berdaya saing, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Luwu Utara (Lutra), Jumail Mappile, S.IP., M.Si., saat menutup Pelatihan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) yang diikuti 92 peserta dari Kabupaten Luwu Utara di Makassar, Rabu (29/7/2026).
Pelatihan yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian dan diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) tersebut terdiri atas dua kelas Budidaya Kelapa Sawit dan satu kelas Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Jumail mengatakan Luwu Utara memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang sangat besar. Luas areal sawit di daerahnya bahkan telah melampaui luas lahan persawahan sehingga menjadi salah satu komoditas utama yang menopang perekonomian masyarakat.
"Kelapa sawit dan padi menjadi komoditas andalan Kabupaten Luwu Utara. Bahkan dari sisi ekonomi, sektor sawit telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan masyarakat," ujarnya.
Ia mengaku menyaksikan langsung perkembangan sawit sejak awal masuk ke Luwu Utara pada awal 1990-an. Menurutnya, meski perjalanan komoditas tersebut tidak selalu mudah, sawit kini telah terbukti menjadi salah satu sektor yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Oleh karena itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan SDMP yang dinilai memberikan kesempatan kepada petani memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang mungkin sulit diperoleh secara mandiri.
"Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ilmu yang diberikan sangat berharga untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola kebun secara lebih baik," katanya.
Jumail berharap peningkatan kapasitas tersebut mampu mendorong produktivitas kebun rakyat sehingga hasil panen semakin meningkat. Ia mencontohkan pengelolaan perkebunan yang baik mampu menghasilkan produktivitas lebih tinggi dibandingkan kebun rakyat yang masih dikelola secara konvensional.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak boleh berhenti di ruang kelas, tetapi harus diterapkan di kebun masing-masing dan dibagikan kepada pekebun lain agar manfaatnya semakin luas.
"Saya berharap ilmu, keterampilan, dan wawasan yang diperoleh selama pelatihan benar-benar diterapkan di lapangan serta ditularkan kepada petani lainnya sehingga produktivitas dan pengelolaan kebun semakin baik," ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk terus mendukung peningkatan kualitas SDM perkebunan melalui sinergi dengan BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, lembaga pelatihan, dan para pekebun.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang produktif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Jumail juga mengingatkan pentingnya pengelolaan perkebunan yang memperhatikan aspek lingkungan. Ia mengajak seluruh pekebun mengelola lahan secara bijaksana agar tidak memperburuk risiko banjir yang selama ini menjadi tantangan di Luwu Utara.
"Kita tetap mengembangkan perkebunan sawit, tetapi harus memperhatikan lingkungan. Jangan sampai pembukaan lahan justru menimbulkan dampak bagi masyarakat di wilayah hilir," tegasnya.
Menutup sambutannya, Jumail mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan. Ia berharap seluruh ilmu yang diperoleh mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas hasil panen sehingga sektor kelapa sawit semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Luwu Utara.














