Berita Terbaru
USDA: Ekspor Sawit Indonesia Turun Menjadi 25 Juta Ton
JAKARTA, SAWIT INDONESIA - The U.S. Department of Agriculture (USDA) Foreign Agricultural Service mengeluarkan Laporan perdagangan dan pasar dunia minyak bij-bijian yang mencakup produksi, konsumsi, ekspor, dan stok. Salah satu isi laporan menyebutkan ekspor minyak sawit Indonesia diproyeksikan turun menjadi 25 juta ton periode September 2021 sampai Oktober 2022.
“Ekspor sawit Indonesia diproyeksikan 25 juta ton, turun 3 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya,” seperti dikutip dari laporan tersebut.
Lalu apa penyebab turunnya ekspor sawit? USDA menjelaskan ekspor sawit telah melambat sepanjang 6 bulan terakhir ini. Pelambatan ini juga dipengaruhi kebijakan pemerintah Indonesia terkait ekspor yang mulai dijalankan sejak November 2021.
Ekspor mulai turun setelah kebijakan pajak ekspor meningkat di November 2021. Langkah ini mempengaruhi laju kecepatan ekspor diperkirakan terus berlanjut hingga Mei saat Indonesia melanjutkan kebijakan pembatasan ekspor.
Lambatnya ekspor ini juga berdampak kepada penumpukan stok minyak sawit di tangka penyimpanan. Itu sebabnya, kegiatan ekspor perlu dipercepat untuk mengantisipasi masalah penumpukan stok.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor CPO pada bulan April 2022 mengalami penurunan dibandingkan bulan Maret 2022 (month-to-month/mtm), baik dari sisi volume maupun nilainya.
“Ekspor CPO bulan April senilai USD2,99 miliar, turun 2,56% dibanding bulan Maret. Untuk volumenya 1,93 juta ton, turun 10,49% dibanding bulan sebelumnya,” ujar Margo Yuwono, Kepala BPS.














