• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Universitas Musamus Merauke, Satu-satunya Kampus Penerima Dana Riset Sawit di Tanah Papua

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah mengumumkan 26 Lembaga Litbang yang berasal dari perguruan tinggi negeri, swasta dan Kementerian/Lembaga pemerintah yang menerima dana grant riset sawit. Total nilai kontrak untuk Grant Riset Sawit 2024 mencapai Rp 95 Miliar.

Dari 26 lembaga, satu-satunya kampus dari Tanah Papua adalah Universitas Musamus Merauke yang berada di Papua Selatan. Merujuk data BPDPKS, ada dua topik penelitian Universitas Musamus yang menerima dana grant riset sawit.

Pertama, riset yang diketuai oleh Dr. Yus Witdarko yang mengulas Rancang Bangun Lifter Machine Portable untuk Memudahkan Prosea Pemuatan TBS sawit dari Tempat Pemungutan Hasil ke Truk Pengangkut. Dana riset yang diperoleh mencapai Rp 333,57 juta.

Kedua, riset mengenai Strategi Pengembangan Industri Minyak Sawit Berkelanjutan Wilayah Provinsi Papua Selatan Pemetaan Nilai Pasok dan Perfektif Ekonomi Sosial Budaya serta Ekologi. Riset ini diketuai oleh Dr. David Oscar Simatupang dengan nilai dana riset sebesar Rp 650 juta.

Dirut BPDPKS Eddy Abdurrachman menjelaskan bahwa program Grant Riset Sawit merupakan salah satu program BPDPKS yang kami laksanakan secara regular setiap tahun, sebagai bagian dari upaya kami untuk mendorong pengembangan riset di sektor kelapa sawit, yang hasilnya untuk dapat dimanfaatkan dalam pengembangan industri sawit nasional yang berkelanjutan.

Progam pendanaan BPDPKS lebih diutamakan untuk riset-riset yang siap untuk diimplementasikan dan segera dapat dimanfaatkan oleh Industri kelapa Sawit Nasional. Untuk penelitian-penelitian yang telah selesai pendanaaanya, dalam upaya komersialisasi, BPDPKS bekerja sama dengan Asosiasi Inventor Indonesia (AII) melaksanakan Valuasi Kesiapan Teknologi untuk Komersialisasi terhadap invensi hasil riset yang didanai BPDPKS (Grant Riset Sawit). Terdapat 25 invensi hasil riset GRS yang siap komersialisasi dan beberapa sudah mendapatkan pernyataan minat dari investor dengan komitmen dalam bentuk Letter of Intent (LoI) dan/atau perjanjian kerahasiaan teknologi berupa non-disclosure agreement (NDA).

Artikel Terkait