• Rabu, 14 Oktober 2026
Berita Terbaru

Ubah Minyak Limbah Jadi SAF, Pertamina dan PAL Jaya Jajaki Bahan Baku Biofuel Berbasis FOG

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - PT Pertamina (Persero) terus mengakselerasi transisi energi bersih dan pengembangan bisnis rendah karbon (low-carbon business) di Indonesia. Kali ini, BUMN energi tersebut resmi menjajaki kerja sama strategis bersama Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya (Perumda PAL Jaya) untuk memanfaatkan Fat, Oil, and Grease (FOG) atau minyak limbah domestik sebagai bahan baku biofuel, termasuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF).

Sinergi tersebut ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua belah pihak sebagai komitmen awal mengkaji potensi FOG yang dikelola PAL Jaya untuk diarahkan menjadi sumber energi terbarukan.

Langkah ini mengusung pendekatan ekonomi sirkular (circular economy) melalui konsep waste-to-energy, di mana limbah lemak, minyak, dan gemuk yang selama ini menjadi beban tata kelola air limbah perkotaan diubah menjadi sumber daya berdaya guna dan bernilai tinggi.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor antara BUMN dan BUMD ini merupakan wujud konkret komitmen perusahaan dalam mendukung target emisi rendah karbon nasional secara berkelanjutan.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari inisiatif Pertamina menuju transisi energi bersih, sekaligus mendukung upaya pencapaian target emisi rendah karbon secara berkelanjutan,” ujar Oki dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026).

Poin-poin utama konsep waste-to-energy, penguatan portofolio SAF, serta potensi kolaborasi Pertamina–PAL Jaya meliputi:

  • Sinergi Lintas Sektor & Ekonomi Sirkular: Mengubah FOG dari limbah tak terpakai menjadi bahan baku alternatif biofuel, menciptakan nilai tambah (value creation) pada rantai pengelolaan air limbah DKI Jakarta.

  • Pengembangan Bahan Baku Sustainable Aviation Fuel (SAF): Penjajakan FOG melengkapi diversifikasi bahan baku biofuel dan avtur hijau yang dikembangkan Pertamina, bersanding dengan minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) dan CPO kelapa sawit.

  • Kajian Teknis Komprehensif: Melalui kesepakatan MoU ini, kedua pihak akan melakukan pengkajian teknis dan komersial guna mengukur volume pasokan, standar kualitas bahan baku, serta skema integrasi rantai pasok sebelum melangkah ke tahap implementasi industri.

Melalui kemitraan berbasis waste-to-energy ini, Pertamina dan PAL Jaya tidak hanya memperkuat benteng ketahanan energi hijau nasional, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi pengelolaan lingkungan urban yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sumber: idxchannel.com

Artikel Terkait