Jakarta, SAWIT INDONESIA –PT Tunas Baru Lampung Tbk mencatat kenaikan pendapatan sangat signifikan sebesar 31,4% menjadi Rp22,87 triliun sepanjang 2025, dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp17,41 triliun.
Pertumbuhan pendapatan masihdidominasi oleh segmen Kelapa Sawit yang mencapai Rp18,35 triliun. Sementara itu daripendapatan produk gula (rafinasi dan gula pasir) justru mengalami penurunan signifikan, baik dari pihak berelasi maupun pihak ketiga, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pendapatan emiten berkode TBLA ini masih ditopang kepada penjualan kepada induk usahanya yaitu Sungai Budi mencapai Rp6,79 triliun.
Lalu penjualan yang melampaui 10% adalah PT Pertamina Patra Niaga mencapai Rp5,86 triliun dan PT Kilang Pertamina Internasional sebesar Rp2,94 triliun.
Dari segi beban pokok penjualan terjadi kenaikan menjadi Rp19,07 triliun pada 2025 dibandingkan tahun 2024 berjumlah Rp14,4 triliun. Beban pokok penjualan membengkak sebesar 32,4%. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang Anda tanyakan sebelumnya, menunjukkan adanya peningkatan volume produksi atau kenaikan harga bahan baku di sektor sawit dan gula.
Laba bersih meningkat sebesar 28,5% secara YoY menjadi Rp900,9 miliar pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp701,2 miliar yang didorong pertumbuhan laba kotor.
Terjadi pertumbuhan laba kotor t sebesar 26,6% menjadi Rp3,79 triliun pada 2025. Ini menunjukkan pendapatan usaha masih lebih tinggi dibandingkan kenaikan beban pokoknya, sehingga perusahaan mampu mempertahankan efisiensi produksi yang positif.














