• Selasa, 6 Oktober 2026
Sajian Utama

TSIT Tawarkan Solusi Terbaik Kebutuhan Drone Sawit

PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) memiliki unit drone terbaik untuk digunakan oleh perusahaan dan petani sawit. Saat ini, penggunaan drone telah menjadi pilihan penerapan mekanisasi untuk perawatan tanaman seperti pemupukan dan penyemprotan pestisida.

Pada pertengahan Juli 2025, PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi secara resmi meluncurkan dua tipe DJI Agras terbaru yaitu DJI Agras T25P dan DJI Agras T100. Kedua tipe DJI Agras tersebut sangat tepat digunakan sektor pertanian dan juga perkebunan sawit karena menawarkan pembaruan signifikan dari segi kapasitas angkut, kecepatan semprot, serta fitur keselamatan dan efisiensi kerja. Dengan inovasi mutakhir dari Shenzhen, Tiongkok, DJI menghadirkan solusi presisi tinggi untuk kegiatan penyemprotan pestisida serta pupuk dan mendukung pertanian skala besar maupun kecil.

DJI Agras T100 tampil sebagai jawaban atas kebutuhan pertanian industri berskala besar. Drone ini mampu membawa hingga 100 liter cairan, 150 liter benih, atau 100 kg muatan dengan kecepatan terbang maksimum 20 meter per detik, dua kali lipat model sebelumnya. Dengan flow rate mencapai 30 liter/menit, drone ini memungkinkan penyemprotan 2 km dalam satu penerbangan.

General Manager Public Relations PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi menjelaskan bahwa DJI Agras T100 juga dilengkapi sistem keamanan canggih seperti LiDAR, radar gelombang milimeter, hingga Penta-Vision, sehingga mampu menghindari objek dengan presisi tinggi.

Fitur payload lifting yang mendukung pengangkatan beban hingga 85 kilogram dengan menggunakan dual battery system, menggunakan tali sepanjang 10 meter, dan aplikasi DJI Smart Farm dengan sistem navigasi presisi, memudahkan operasional di berbagai kondisi lapangan, baik di sektor perkebunan sawit maupun pertanian skala luas.

Dari aspek baterai, DJI T100 didukung kemampuan Baterai 41.000 mAh, Konektor daya tinggi 500 A, Desain baterai depan, tahan korosi, Garansi 1 tahun atau 1.500 siklus, sistem pendingin udara tiga lapis untuk penyebaran panas cepat,dan pegangan ergonomis.

Dukungan fitur lainnya adalah transmisi O4 tahan gangguan yang menghasilkan gambar stabil dan mulus. Selain itu, O4 Relay tidak terpengaruh oleh hambatan seperti pegunungan dan terdapat dukungan lainnya untuk mendukung penentuan posisi presisi sentimeter plug-and-play tanpa perlu konfigurasi koordinat.

Sementara itu, DJI Agras T25P hadir dengan desain ringkas dan portabel, cocok untuk petani individu atau lahan kecil. Meskipun ukurannya kecil, T25P memiliki kapasitas penyebaran 25 kg dengan sistem Screw Feeder Spreading 4.0, serta mendukung operasi otomatis dan pemetaan drone secara efisien.

DJI Agras T25P dilengkapi tangki berkapasitas hingga 20 liter cairan dan 25 kg material granular, radar Phased Array di bagian depan dan belakang, Sistem Binocular Vision, dan kamera gimbal dengan FPV resolusi tinggi.

Tak hanya merilis DJI Agras T25P dan T100, TSIT juga memperkenalkan DJI Agras T70P dengan berbagai keunggulannya, seperti kapasitas tangki spreading 70 kg, sprinkler sentrifugal atomisasi ganda dan laju aliran maksimum 400 kg/menit. Dilengkapi dengan kompatibel baterai 30 Ah / 41 Ah dan konektor daya tinggi 500 A.

Selain itu, T70P memiliki sistem keamanan 3.0, sistem radar Tri-Vision untuk deteksi 360°, penghindaran rintangan cerdas, layer AR hingga FPV warna penuh dengan penglihatan malam, memungkinkan pergerakan dan menuver lebih mudah dilakukan saat malam hari. Penggunaan jenis drone ini memastikan fleksibilitas operasional tetap tinggi, walau di medan berat sekalipun.

Nicko Arywibowo, menegaskan bahwa penggunaan drone dapat membantu industri kelapa sawit menghadapi berbagai tantangan baru di masa mendatang.

“Saya sangat yakin, teknologi drone DJI dari TSIT akan mempermudah proses pemetaan dan mekanisasi pemupukan sehingga membuat pekerjaan para petani sawit di Indonesia menjadi jauh lebih efisien,” ucap Nicko.

Lebih lanjut, Nicko menegaskan komitmen TSIT untuk berperan aktif dalam sektor pertanian dan perkebunan, termasuk kelapa sawit, memfasilitasi para petani Indonesia menjawab kebutuhan pasar internasional.

DJI Agras telah digunakan untuk 25 komoditas pertanian mulai dari padi, jagung, hingga tebu. Di Indonesia, lebih dari 80 persen aplikasi drone terjadi di sektor kehutanan dan pertanian.

DJI juga memperkenalkan program pelatihan resmi melalui DJI Academy di 15 negara, termasuk Indonesia. Program ini membekali pilot drone dengan keterampilan penyemprotan, pemetaan lahan, serta pemeliharaan tanaman menggunakan teknologi terbaru.

DJI Agras T100, T70P, dan T25P mulai tersedia secara global di wilayah Asia Tenggara dan Amerika Latin. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui diler resmi DJI Agriculture.

DJI terus menegaskan kepemimpinannya di sektor drone pertanian dunia dengan menyuplai lebih dari 500.000 unit ke lebih dari 100 negara, mendukung pertanian presisi dan ketahanan pangan global dengan pendekatan teknologi ramah lingkungan.

Artikel Terkait