• Selasa, 27 Oktober 2026
Berita Terbaru

Tinjau Kilang Cilacap Bersama Wapres Gibran, Pertamina Patra Niaga Olah Jelantah Jadi 11 Juta Liter Bioavtur

CILACAP, SAWIT INDONESIA - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, kian memperkuat komitmen pembangunan ekosistem energi berkelanjutan. Momentum ini ditunjukkan saat Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Pertamina Patra Niaga Green Refinery Kilang Cilacap pada Senin (26/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wapres melihat secara langsung inovasi teknologi pengolahan minyak goreng bekas atau minyak jelantah (mijel) menjadi bahan bakar penerbangan ramah lingkungan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) atau Bioavtur.

Wakil Presiden RI menegaskan pentingnya inovasi energi hijau yang beriringan dengan dampak peningkatan ekonomi masyarakat secara langsung.

"Pengembangan SAF harus berjalan bersama pemberdayaan masyarakat. Sehingga minyak jelantah yang dikelola ibu-ibu melalui bank sampah dapat memiliki nilai ekonomi dan terhubung dengan industri nasional," tutur Wapres Gibran.

Poin-poin utama kapasitas produksi komersial, skema co-processing, pemberdayaan bank sampah, hingga raihan sertifikasi internasional meliputi:

Tahap Komersialisasi & Volume Produksi SAF:

  • Wakil Direktur Utama I Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, mengungkapkan bahwa produksi SAF di Green Refinery Cilacap telah memasuki tahap komersialisasi.

  • Pada Oktober 2026 ini, Pertamina memproduksi sekitar 11 juta liter co-processed SAF dengan memanfaatkan unit Thermal Distillate Hydro Treating (TDHT).

  • Minyak jelantah diolah menggunakan skema co-processing bersama komponen bahan baku lainnya dengan rasio maksimum 5 persen dari total kapasitas produksi unit TDHT.

Pemberdayaan Bank Sampah & Collection Box SPBU:

  • Pertamina Patra Niaga membangun rantai pasok minyak jelantah berbasis masyarakat melalui program Community, Involvement and Development (CID).

  • Di Cilacap, pengumpulan mijel melibatkan tiga bank sampah binaan: Bank Sampah Beo Asri (2.283 liter/tahun), Bank Sampah Abhipraya (984 liter/tahun), dan Bank Sampah Cahaya Asri (717 liter/tahun), serta penyediaan Collection Box Jelantah di Pasar Amarta Kutawaru.

  • Collection Box Jelantah juga dihadirkan di berbagai SPBU di Indonesia, di mana jelantah yang disetorkan warga dapat ditukarkan langsung dengan uang tunai atau saldo e-wallet.

Sertifikasi Global & Inovasi Green Gasoline:

  • Pertamina Patra Niaga resmi mengantongi sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) untuk skema CORSIA-ICAO dan Uni Eropa (EU) sebagai produsen dan trader SAF berstandar internasional.

  • Produk Pertamina SAF telah digunakan oleh sejumlah maskapai penerbangan komersial domestik dan internasional.

  • Selain SAF, Pertamina Patra Niaga juga sukses menguji coba pengolahan minyak jelantah sebagai salah satu bahan baku pembuatan bensin hijau (Green Gasoline).

Sinergi antara pemanfaatan teknologi kilang modern dan skema ekonomi sirkular berbasis komunitas ini mempertegas peran aktif Pertamina Patra Niaga dalam mendukung target netralitas karbon (Net Zero Emission) Indonesia serta transisi energi bersih sektor penerbangan global.

Sumber: cnbcindonesia.com

Topik:Biodiesel

Artikel Terkait