SAWIT INDONESIA - Dalam upaya mendorong peningkatan produktivitas kebun kelapa sawit dan kesejahteraan petani swadaya serta mewujudkan tata kelola perkebunan yang ramah lingkungan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dan Best Planter Indonesia (BPI) bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kuantan Singingi, menyelenggarakan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan tahun 2026. PT Best Planter Indonesia (BPI) telah dipercaya sebagai lembaga penyelenggara pelatihan sejak tahun 2022 sampai sekarang.
Pelatihan gelombang 1 dari total 5 gelombang di provinsi Riau diikuti oleh 185 petani swadaya dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi – Riau. Kegiatan dilaksanakan selama 6 hari efektif dimulai tanggal 8 -13 Juni 2026 di Hotel Furaya, kota Pekanbaru. Selama pelatihan ini, peserta dibekali dengan pemahaman cara mengelola kebun sawit yang menguntungkan, efektif, efisien dan berkelanjutan. Materi pelatihan meliputi: regulasi dan kebijakan budidaya sawit, persiapan benih dan bahan tanam, persiapan lahan, teknis penanaman, pemeliharaan tanaman dan pengendalian gulma, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.
Pembukaan pelatihan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 9 Juni 2026 di ballroom Lancang Kuning Hotel Furaya, dilaksanakan secara hybrid (online dan offline). Dalam sambutannya Kepala Disbunnak Kabuaten Kuansing (Bp. Andi Yama Putra, S.Hut., M.Si) berpesan kepada petani peserta pelatihan agar mengikuti kegiatan dengan baik agar nantinya bisa dipraktekan di kebun kelapa sawit untuk meningkatkan produkstivitas.
Selama seminggu pelaksanaan, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori di dalam kelas, melainkan juga melakukan praktik lapangan (field trip) secara langsung.
Kunjungan lapang dilakukan di PT Aneka Inti Persada dan PT Aneka Sawit Lestari (Minamas Group). Ada 3 titik kunjungan lapang, yaitu 1) pembibitan benih unggul i-chalix di PT Aneka Sawit Lestari, 2) kebun produksi (Tanaman Menghasilkan) di PT Aneka Inti Persada, dan 3) Kebun Induk sebagai cikal bakal benih unggul i-chalix.
Dampak Nyata bagi Petani Swadaya
Tantangan terbesar petani kelapa sawit swadaya saat ini adalah kesenjangan produktivitas ton/ha TBS (tandan buah segar) Perkebunan Rakyat (PR) jika dibandingkan dengan Perkebunan Besar Swasta (PBS) atau Perkebunan Besar Negara (PBN). Melalui pelatihan budidaya ini, diharapkan manfaat (outcome) yang didapatkan peserta adalah rata-rata hasil panen TBS bisa meningkat dari semula sekitar 1 ton/ha menjadi diatas ton/ha setiap bulannya.
Salah satu peserta pelatihan, Nelson Palentino (50 tahun) pada saat penutupan acara, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selama ini petani memupuk dan memanen hanya berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Setelah ikut pelatihan, peserta sudah paham tentang standar teknis budidaya kelapa sawit dan berkomitmen untuk mengaplikasikan di kebun kelapa sawitnya serta siap menularkan kepada petani lainnya di Desa masing-masing.
Pihak penyelenggara BPI juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkala (monitoring) pasca pelatihan agar alumni pelatihan bisa menerapkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang didapat selama pelatihan dikebunnya masing – masing, serta dapat menyelesaikan permasalahan seputaran budidaya yang selama ini mereka alami.














