• Jumat, 9 Oktober 2026
Berita Terbaru

Tingkatkan Pengetahuan dan Skill Petani Sawit Aceh, BPDP dan Best Planter Indonesia Menggelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit secara Intensif untuk Petani Kelapa Sawit Kabupaten Aceh Timur

ACEH TIMUR, SAWIT INDONESIA — Guna memperkuat kapasitas pekebun dan produktivitas perkebunan rakyat, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Best Planter Indonesia (BPI) menggelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit secara Intensif pada tanggal 21 – 26 September 2026 dikota Banda Aceh. Program strategis ini ditujukan khusus bagi para petani kelapa sawit di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Pelatihan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini diikuti oleh sebanyak 180 petani sawit asal Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan ini dirancang secara komprehensif untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara pengelolaan kebun sawit yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Selama pelatihan, para peserta dibekali materi akademis serta keterampilan praktis yang sesuai dengan standar Best Management Practices (BMP) atau praktik pengelolaan terbaik di industri kelapa sawit. Pendekatan pelatihan dilakukan secara seimbang melalui pengajaran teori di dalam kelas dan kegiatan praktik langsung di lapangan.

Dalam sesi kelas, para Narasumber dari Best Planter Indonesia memaparkan berbagai materi vital. Pengetahuan yang disampaikan mencakup aspek-aspek krusial dalam siklus budidaya kelapa sawit, mulai dari:

• Pembibitan: Pemilihan dan perawatan bibit unggul bersertifikat untuk menjamin kualitas tanaman sejak dini.

• Pembukaan Lahan: Teknik persiapan lahan yang ramah lingkungan tanpa bakar (zero burning).

• Perawatan Tanaman: Pengelolaan tajuk, pemangkasan daun (pruning), dan penataan piringan pohon.

• Pemupukan: Penerapan prinsip pemupukan tepat dosis, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat cara.

• Pengendalian OPT: Identifikasi dan penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan (hama dan penyakit) secara terpadu.

Tidak hanya belajar teori, para petani juga diajak berkunjung langsung ke area perkebunan yang telah menerapkan Best Management Practices. Di lapangan, para peserta melihat secara nyata penerapan standar budidaya yang benar serta mempraktikkan langsung teknik perawatan dan pemupukan yang ideal.

Antusiasme tinggi terlihat dari keaktifan para peserta selama rangkaian kegiatan. Banyak petani mengaku baru menyadari bahwa tata cara pengelolaan kebun yang mereka jalankan selama ini masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari standar teknis yang dianjurkan.

Melalui pelatihan ini, kesadaran para petani makin terbuka mengenai pentingnya meninggalkan kebiasaan lama dalam berkebun dan beralih ke metode yang teruji. Penerapan praktik budidaya yang benar terbukti menjadi kunci utama untuk mengoptimalkan potensi hasil panen.

Dengan selesainya pelatihan intensif ini, para petani diharapkan dapat segera menerapkan seluruh ilmu dan keterampilan baru tersebut di lahan kebun masing-masing. Penerapan Best Management Practices secara konsisten diyakini mampu mendongkrak produktivitas tandan buah segar (TBS), sehingga pendapatan dan kesejahteraan ekonomi keluarga petani sawit di Kabupaten Aceh Timur dapat meningkat secara signifikan.

Artikel Terkait