• Senin, 5 Oktober 2026
Berita Terbaru

Tingkatkan Kapasitas SDM Petani Aceh: Upaya IPB Training, BPDP, dan Ditjenbun Wujudkan Peningkatan Produktivitas

Banda Aceh, SAWIT INDONESIA - Upaya peningkatan kapasitas petani sawit kembali dilangsungkan oleh lembaga pelatihan. Salah satunya melalui pelatihan "Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit" yang diikuti sebanyak 86 petani kelapa sawit dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Pelatihan tersebut adalah impelementasi dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) 2025, hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), dan IPB Training.

Pelatihan yang diadakan selama lima hari (4–8 Agustus 2025), di salah satu hotel ternama di Aceh, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola kebun sawit secara tepat guna.

Perwakilan dari IPB Training, Dr. Ir. Haryadi, M.S., menyampaikan pihaknya yakin peserta sudah berkebun sawit dan menanam, namun apakah yang dilakukan sudah benar atau belum, perlu kita evaluasi bersama.


"Oleh karena itu, pelatihan ini penting untuk menyegarkan kembali pemahaman dan teknologi budidaya sawit sesuai amanat UU No. 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan," ujarnya.

"Bahwa ada tiga kunci keberhasilan dalam usaha kebun sawit: lokasi yang cocok, bibit unggul bersertifikat, dan pengelolaan kebun yang baik—termasuk pemupukan dan pengendalian hama penyakit. Bila dikelola dengan benar, para petani diharapkan mampu mencapai "7-TAS": Legalitas, Kuantitas, Kualitas, Kontinuitas, Sustainabilitas, Traceability, dan Profitabilitas," imbuh Dr. Hariyadi.

Pada kesempatan yang sama, Apuk Ismane, perwakilan dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) – Kementerian Pertanian, menambahkan kegiatan pelatihan (program SDM PKS) sejalan dengan misi Asta Cita kedua Presiden RI, yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.

"IPB Training sebagai pusat pembelajaran petani memiliki peran strategis dalam mempersiapkan SDM pertanian berkualitas guna mensukseskan berbagai program nasional," katanya.

Sebagai program nasional, pelatihan petani sawit yang diikuti masyarakat pelaku usaha kebun sawit dari daerah sentra-sentra sawit dapat menjaga industri sawit, yang menjadi tumpuan devisa negara dengan menyerap 16 juta tenaga kerja.

"Namun, produktivitas petani rakyat masih rendah, yakni sekitar 3,3 ton per hektar per tahun—padahal potensinya bisa mencapai 5–6 ton. Maka, melalui Perpres No. 132 Tahun 2024 dan regulasi lainnya, pemerintah kini fokus meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat melalui empat strategi: beasiswa, pelatihan (upskilling), penyuluhan, dan pendampingan. Kami harap peserta pelatihan ini menjadi bagian dari solusi dan mampu menyebarluaskan ilmu yang diperoleh," ungkap Mula Putra perwakilan dari Direktorat Jenderal Perkebunan.

Usai pelatihan, pemerintah berencana melakukan monitoring dan evaluasi terhadap dampaknya di lapangan. Peserta diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga bagi komunitas tani di sekitarnya.

Sambutan positif terhadap kegiatan pelatihan petani sawit (program SDM PKS), yang disampaikan Mukhlis, Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Perkebunan - Provinsi Aceh.

"Pentingnya peningkatan kapasitas pekebun dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor kelapa sawit di Aceh, melalui kegiatan pelatihan," ujarnya.

Para peserta tak hanya dibekali teori di ruang kelas, melainkan ada kunjungan lapangan, pada Kamis (7 Agustus 2025). Pada kesempatan itu, peserta berkesempatan mengunjungi PT Agro Sinergi Nusantara sebagai bagian dari agenda pelatihan.

Kunjungan memberikan pengalaman nyata kepada peserta mengenai proses budidaya kelapa sawit di industri, mulai dari pembibitan hingga pemrosesan di pabrik kelapa sawit (PKS). Tiga lokasi utama yang dikunjungi yaitu area pembibitan, tanaman menghasilkan (TM), dan area loading ramp PKS.

Artikel Terkait