Kunjungan ini dalam rangka penguatan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan sawit. Melalui kegiatan pengumpulan data dan informasi, Sekretariat Wantimpres bermaksud menggali pembelajaran, inovasi, dan praktik baik terkait pengelolaan SDM perkebunan dalam rangka mendukung pencapaian swasembada pangan dan energi nasional dalam rangka mendukung pencapaian Asta Cita Presiden.
Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY ‘STIPER’) menjadi lembaga pendidikan yang dituju pada kegiatan kunjungan pengumpulan data dan informasi oleh tim dari Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres ). AKPY ‘STIPER’ salah satu lembaga pendidikan yang memiliki fokus dalam pengembangan SDM industri sawit, yang dikenal memiliki jejaring industri luas, teaching estate, serta pusat riset perkebunan.
Adapun rombongan Wantimpres yang mengunjungi AKPY ‘STIPER antara lain M. Arfan Sahib Sali K. (Kepala Biro Data dan Informasi), Fikroh Amali F.A, (Analis Kebijakan Ahli Madya), Dian Kartika Putri (Analis Kebijakan Ahli Madya) Endah Wahyuni (Analis Kebijakan Ahli Muda), Bernard Bonnik Manoe (Analis Kebijakan Ahli Muda), Rio Jayusman (Analis Kebijakan Ahli Muda), Andhika Berryansyah (Analis Kebijakan Ahli Pertama), M. Ryan A. (Analis Kebijakan Ahli Pertama), dan Ranasuta Akin Suntara (Staf Kehumasan).
Sedangkan, tim dari AKPY ‘STIPER’ yang turut hadir yaitu Dr. Sri Gunawan,S.P.,M.P.,IPU (Direktur AKPY ‘STIPER’), Dr. Idum Satia Santi, S.P.,M.P (Wakil Direktur AKPY ‘STIPER’), Heri Setyawan,S.P.,M.Si (Kaprodi Pembibitan Kelapa Sawit) Indra Kurniawan,S.P.,M.Si (Kaprodi Pemeliharaan Kelapa Sawit), Nurcahyono, SP., M.Si (Kaprodi Budi Daya Kelapa Sawit), Julsento HP, S.P., M.Sc (Kepala Biro Kemahasiswaan), Yuliana Debora Anggraini, S.T.P., M.Sc (Teknik Pengelolaan Kelapa Sawit), Rizka Nurjanah, S.TP. (Dosen), M.Si, Bagus Nugroho,S.TP.,M.Si (Kepala Biro Administrasi Umum), Wandha Atmaka Aji,S.Hut.,M.Si (Dosen), Subakho Aryo S, S.P.,MBA (Kepala Penjaminan Mutu), dan beberapa Dosen Praktisi.
“Kunjungan ini dalam rangka penguatan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan sawit. Melalui kegiatan pengumpulan data dan informasi ini, Sekretariat Wantimpres bermaksud menggali pembelajaran, inovasi, dan praktik baik terkait pengelolaan SDM perkebunan dalam rangka mendukung pencapaian swasembada pangan dan energi nasional dalam rangka mendukung pencapaian Asta Cita Presiden,” ujar M. Arfan Sahib Sali K., Kepala Biro Data dan Informasi Sekretatiat Wantimpres , mewakili Agus Widodo selaku Sekretaris Wantimpres , pada Selasa (16 Desember 2025), di AKPY ‘STIPER’, Yogyakarta.
Dijelaskan Arfan, bahwa maksud dan tujuan kegiatan pengumpulan data dan informasi ini adalah sebagai forum untuk mengidentifikasi, mempelajari, dan mendapatkan masukan terkait kebijakan penguatan SDM di sektor perkebunan sawit dalam upaya mendukung swasembada pangan dan energi di Indonesia. Ada 9 poin yang dibahas dalam diskusi.
“Selain itu diharapkan memperoleh data dan informasi mengenai faktor-faktor kunci keberhasilan dari negara lain atau salah satu daerah di Indonesia yang dapat direplikasi pada kebijakan penguatan pengelolaan SDM di sektor sawit tingkat nasional,” jelasnya.
Dalam kerangka kebijakan nasional, arah pembangunan jangka panjang Indonesia melalui RPJPN 2025–2045 menekankan transformasi ekonomi berbasis nilai tambah, inovasi, dan penguatan sektor-sektor strategis.
Komoditas kelapa sawit menjadi salah satu pilar penting dalam agenda tersebut, terutama untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita Presiden.
Berbagai kebijakan strategis seperti perluasan program B35/B50, percepatan hilirisasi industri sawit, serta penguatan standar keberlanjutan melalui Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong efisiensi rantai pasok, peningkatan produktivitas, dan diversifikasi produk turunan sawit.
“Oleh karena itu, penguatan kapasitas dan kualitas SDM perkebunan menjadi sangat penting agar kemampuan produksi, inovasi, keberlanjutan, dan nilai tambah industri sawit nasional dapat terus meningkat serta sejalan dengan agenda transformasi ekonomi jangka panjang,” kata Arfan.
Penguatan SDM sawit
Diketahui, Indonesia memiliki luas areal sawit terbesar di dunia dengan lebih dari 16 juta hektare dan produksi crude palm oil (CPO) yang signifikan. Namun jika dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia, Indonesia masih tertinggal dalam hal produktivitas dan penciptaan produk turunan.
Selain itu, ada beberapa tantangan di sektor sawit seperti produktivitas, adopsi teknologi, tata kelola kebun rakyat, penguatan kompetensi SDM, serta pengembangan produk hilir bernilai tambah tinggi.
“Maka, penguatan SDM menjadi kunci untuk mendorong inovasi, penerapan teknologi digital, peningkatan efisiensi rantai pasok, dan percepatan hilirisasi,” ujar Arfan.
Kunjungan tim Sekretariat Wantimpres disambut baik Dr. Sri Gunawan, Direktur AKPY ‘STIPER’. Ia mengutarakan bahwa pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran dari tim Sekretariat Wantimpres yang berkunjung ke kampusnya.
“Saya kira, kunjungan tim dari Sekretariat Wantimpres ke AKPY ‘STIPER’ sudah tepat, mengingat sejak awal AKPY ‘STIPER’ fokus pada pengembangan SDM untuk perkebunan sawit. Kami adalah bagian dari INSTIPER, perguruan tinggi yang fokus pada perkebunan, pertanian dan kehutanan, yang mencetak SDM unggul. Dari prodi-prodi yang ada di AKPY ‘STIPER’ semua fokus untuk perkebunan sawit, dengan kurikulum yang dirancang khusus (kurikulum blok) yang link and match sesuai dengan kebutuhan industri sawit (perkebunan dan pabrik sawit) dengan standar (SKKNI),” ucapnya, dalam sambungan telepon, pada Kamis (18 Desember 2025).
“Maka, pada kesempatan itu, kami paparkan di antaranya pola pembelajaran yang inovatif dan inovasi yang dilakukan dalam rangka mempersiapan SDM sawit yang kompeten dan adaptif di industri sawit (kebun dan pabrik). Beragam teknologi pun digunakan untuk mendukung pembelajaran. Hasilnya sudah terbukti, serapan lulusan di perusahaan sawit terus bertambah,” sambung Dr. Sri Gunawan.
Data dari AKPY ‘STIPER’ menunjukkan sejak 2016 – 2024, jumlah serapan alumni terus bertambah yang diminati oleh perusahaan-perusahaan besar sawit, dengan rata-rata 75% pertahun. Bahkan, mahasiswa yang kini menjalani pendidikan (TA 2025/2026) untuk prodi pembibitan dan pemelihaan kelapa sawit, 76% sudah di-indent perusahaan.
Selanjutnya, Dr. Sri Gunawan menegaskan bahwa penyiapan SDM sawit yang kompeten dan adaptif untuk menjawab tantangan yang dihadapi industri sawit saat ini.
“Misalnya produktivitas, adopsi teknologi, tata kelola kebun rakyat, penguatan kompetensi SDM, serta pengembangan produk hilir bernilai tambah tinggi. Ini semua memerlukan SDM sawit yang kompeten dan adaptif,” tegas pria yang meraih gelar Doktor dari universitas ternama.
Di akhir kunjungannya, tim dari Sekretariat Wantimpres berkesempatan melihat berbagai fasilitas pendukung pembelajaran di AKPY ‘STIPER’. Beragam peralatan hasil inovasi dari dosen dan mahasiswa ditampilkan.
Hal tersebut membuktikan, lembaga pendidikan vokasi yang dinaungi Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) ini, secara terbuka menyampaikan informasi dalam fasilitas untuk pembelajaran mahasiswanya.














