• Minggu, 4 Oktober 2026
Artikel

Tidak Semua Mikoriza MycoVir

“Pak, kenapa sawit saya masih terkena Ganoderma, padahal sudah saya aplikasikan mikoriza di bibitan, lubang tanam dan diulang di tapak timbun? “

Pertanyaan ini sering ditanyakan para pekebun sawit baik small holder ataupun diperusahaan besar. Hati – hati, bukan salah mikorizanya tetapi kesalahan sering terjadi pada pemilihan produknya.

Produknya telah dianalisis dan jumlah sporanya ada banyak Pak! Sesuai dengan yang meraka janjikan. Nah, perlu dipahami bahwa mesikupun jumlah spora banyak tidak menjamin bahwa spora-spora tersebut bisa menginfeksi akar sawit dan hidup nyaman didalamnya.

Sehingga sebelum membel iproduk, harus dipastikan yang memberikan layanan purna jual dengan menghitung infeksi akar yang membuktikan mikoriza telah hidup dialam akar sawit. Infeksi akar 80 hingga 90 persen telah bisa menjamin si Ganoderma enggan datang dan menyerang sawit anda.

Penelitian jangka panjang MycoVir di salah satu peruhaan sawit besar dari tahun 2020 hingga saat ini dan berlanjut kelubang tanam, telah membuktikan mikoriza MycoVir menempati urutan pertama dalam hal kecepatan infeksi, kemampuan menginfeksi dan melindungi akar dari pathogen tular tanah.

Kembali mengingatkan bahwa Ganoderma control is successful if = Growth rate of new roots > Rate of root damage. MycoVir mikoriza merupakan satu-satunya produk yang mempunyai ketahanan, kecepatan dan kemampuan infeksi yang tinggi yang mampu beradaptasi dalam akar tanaman sawit. Hati – hati tidak setiap mikoriza itu MycoVir! Mycovir 90% menginfeksi dan melindungi. Informasi lebih lanjut: MycoAgro Lestari (mycovir.com)#MYCOVIR#SAVESAWIT#BAHAYAGANODERMA.

Ganoderma merupakan penyebab penyakit busuk pangkal batang dan busuk batang atas pada tanaman kelapa sawit. Kejadian serangan ganoderma pada perkebunan kelapa sawit sudah lama dilaporkan. Penyakit maut itu datang dengan ciri daun berwarna hijau pucat atau nekrosis serta daun tua layu, melengkung, dan patah.

Penyakit mematikan itu cepat menular ketanaman sehat setelah akarnya bersentuhan dengan tunggul batang atau akar tanaman sakit dan terjadi perlukaan. Gejala lainnya, terbentuknya daun tombak lebih dari 3 buah dan muncul getah di tempat yang terinfeksi.

Selain itu, terbentuk badan buah jamur. Sumber infeksi biasanya tunggul kelapa atau kelapa sawit. Namun, kelapa lebih toleran terhadap Ganoderma sp. Risikoi nfeksi semakin meningkat dengan adanya luka pada akar tanaman sehat. Faktor penyebab mudahnya perkembangan busuk pangkal batang kelapa sawit antara lain penanaman kelapa sawit di lahan bekas penanaman kelapa dalam.

Sawit yang ditanam di lahan bekas kelapa dalam lebih mudah terinfeksi dibanding penanaman di lahan bekas hutan atau kebun karet. Lahan bekas hutan atau karet, serangan penyakit itu akan terlihat setelah umur 15—20 tahun. Sementara di kebun peremajaan bekas kelapa sawit atau kelapa dalam serangan akan tampak pada umur 10 tahun. Pada pertanaman generasi ketiga penyaki tmuncul pada tahun ke-3. Intensitas serangan ganoderma juga berkaitan dengan pembersihan sisa sisa tanaman pada waktu peremajaan.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 153)

Artikel Terkait