• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Harga CPO Tertahan di 4.580 Ringgit Imbas Proyeksi Lonjakan Stok Malaysia, Beralih Didorong Impor India

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Penguatan harga minyak mentah dunia akibat dinamika geopolitik berhasil menopang harga, namun penguatannya tertahan oleh proyeksi lonjakan cadangan CPO Malaysia ke level tertinggi.

Kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Desember di Bursa Malaysia Derivatives Exchange mencatatkan kenaikan tipis 0,04% ke posisi 4.580 ringgit per ton pada jeda perdagangan siang.

Trader dari Iceberg X Sdn Bhd Kuala Lumpur, David Ng, menjelaskan bahwa ekspektasi kenaikan stok CPO Malaysia pada September menjadi penahan utama laju harga setelah sempat mengalami pemulihan (rebound).

Poin-poin utama pergerakan harga, proyeksi stok regional, serta pengalihan permintaan pasar India meliputi:

  • Proyeksi Rekor Stok CPO Malaysia: Berdasarkan survei Reuters, stok CPO Malaysia September diproyeksikan melonjak menembus rekor tertinggi sepanjang masa (melampaui puncak Desember 2018). Hal ini dipicu oleh rekor lonjakan produksi hulu yang melampaui tingkat penyerapan ekspor global.

  • Pergerakan Minyak Mentah & Komoditas Pesaing: Penguatan terbatas minyak mentah dunia akibat ketegangan Timur Tengah meningkatkan daya tarik CPO sebagai feedstock biodiesel. Sementara itu, minyak kedelai Chicago (CBOT) naik tipis 0,03%, sedangkan Dalian Commodity Exchange masih tutup libur nasional hingga 8 Oktober.

  • Penguatan Nilai Tukar Ringgit: Ringgit Malaysia menguat tipis 0,02% terhadap Dolar AS, yang secara matematis membuat harga CPO menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli memegang mata uang asing.

  • Pengalihan Impor India ke CPO: Impor minyak bunga matahari India pada September merosot ke level terendah dalam lebih dari empat tahun akibat gangguan pasokan perang Ukraina. Dampaknya, para penyuling di India mengalihkan pesanan dan mendongkrak pembelian CPO ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Meskipun bayang-bayang penumpukan pasokan di Malaysia menekan pergerakan harga di bursa berjangka, tingginya permintaan riil dari negara pengimpor utama seperti India diperkirakan menjadi jaring pengaman bagi stabilitas harga CPO global.

Sumber: idxchannel.com

Artikel Terkait