• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Tegas! Mentan Amran Copot Pejabat Pupuk yang Pasif Layani Petani: "Kita Ini Pelayan Rakyat, Jangan Buat Mereka Menunggu"

BANGGAI, SAWIT INDONESIA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil tindakan tegas dengan mencopot seorang manajer pupuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Keputusan ini diambil secara langsung saat Mentan Amran mendapati adanya petani yang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi akibat belum tergabung dalam kelompok tani, Kamis (10/9/2026).

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Mentan Amran menyayangkan sikap petugas di lapangan yang pasif dan membiarkan petani kesulitan mengurus persoalan administrasi seorang diri. Ia menegaskan bahwa jajaran pengelola pupuk digaji untuk melayani masyarakat, bukan sekadar duduk diam dan menunggu bola.

“Bapak ini tidak punya kelompok. Tapi manajer pupuk tidak bisa membantu untuk membuatkan kelompok... Anda digaji untuk melayani rakyat, bukan bergaya. Datangi petani. Saya saja menteri datang ke petani. Ini rakyat butuh. Jangan dibuat menunggu, datangi,” tegas Mentan Amran di hadapan pejabat terkait.

Perintah Tegas: Jangan Jadikan Administrasi Penghalang

Mentan Amran menekankan bahwa kendala administratif tidak boleh menjadi alasan bagi petugas untuk menolak atau mengabaikan hak petani mendapatkan pupuk bersubsidi. Petugas di lapangan wajib proaktif melakukan pendataan dan membantu memfasilitasi petani agar segera terdaftar sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan tunggu dia. Jemput semua yang bermasalah. Harus terdaftar, pupuk tersedia. Itu perintah Presiden,” tambahnya.

Bahkan, Mentan Amran meminta Bupati setempat untuk turut membantu mengawasi kinerja jajaran di daerah agar tidak ada lagi petani yang mengeluhkan kesulitan serupa dalam kurun waktu satu bulan ke depan.

Jabatan Adalah Amanah untuk Melayani

Sikap tegas pencopotan ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi seluruh pelaksana kebijakan di sektor pertanian agar memiliki empati tinggi terhadap kehidupan petani. Mentan mengingatkan agar para pejabat tidak hanya merasa nyaman di balik meja ber-AC tanpa melihat realitas di lapangan.

“Kita ini pemerintah. Melayani mereka. Kita ini pembantu, kita ini pelayan... Kasihan tidak? Bayangkan hidupnya. Kamu tidur di AC. Saya mungkin lama miskin, bisa membayangkan,” ungkap Mentan Amran penuh empati.

Melalui langkah tegas ini, Mentan Amran kembali mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan pupuk tidak hanya diukur dari ketersediaan stok di atas kertas, melainkan dari kemudahan akses nyata bagi petani yang benar-benar membutuhkan di lapangan.

Sumber: pertanian.go.id

Artikel Terkait