• Kamis, 29 Oktober 2026
Berita Terbaru

Targetkan Punya Kilang Minyak Goreng Sendiri di 2027, Kemenkop Dorong Koperasi Petani Sawit Naik Kelas

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) memasang target strategis bagi gerakan koperasi nasional untuk memiliki kilang pengolahan minyak goreng sendiri pada tahun 2027. Langkah ini digulirkan guna memperkuat mata rantai hilirisasi industri kelapa sawit nasional sekaligus mendongkrak nilai tambah ekonomi bagi para petani swadaya.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa sudah saatnya koperasi petani sawit tidak lagi berhenti pada pengelolaan kebun hulu, melainkan mandiri mengepakkan sayap usaha hingga ke lini pengolahan produk turunan (downstream).

"Melalui strategi penguatan ekonomi kerakyatan, Kemenkop mendorong koperasi agar tidak lagi berhenti pada pengelolaan kebun hulu, melainkan mandiri membangun pabrik Crude Palm Oil (CPO) hingga kilang minyak goreng sendiri," ujar Ferry dalam Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia yang digelar Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Menteri Koperasi mencontohkan keberhasilan koperasi di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, yang telah berhasil mengoperasikan pabrik CPO berkapasitas 60 ton per jam sebagai contoh acuan (benchmark) pengembangan industri sawit kerakyatan.

Poin-poin utama jaminan ekosistem pasar, skema kemitraan plasma PT APN, hingga dukungan Bappenas dan Moeldoko meliputi:

Jaminan Ekosistem Pasar Lewat Koperasi Merah Putih:

  • Kemenkop menjamin hasil produksi minyak goreng milik koperasi nantinya langsung diserap dan dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

  • Puluhan ribu outlet KDKMP di seluruh Indonesia akan menjadi saluran distribusi utama (offtaker), sehingga minyak goreng kerakyatan memiliki kepastian pasar yang luas dan terintegrasi.

Kemitraan Plasma Bersama PT Agrinas Palma Nusantara:

  • Kemenkop memfasilitasi kemitraan strategis antara Apkasindo dan BUMN PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) melalui pola plasma.

  • Skema ini melibatkan koperasi dalam mengelola lahan-lahan perkebunan hasil penertiban oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Soliditas Harga TBS dan Peran Apkasindo:

  • Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengimbau petani plasma untuk menjaga soliditas di tingkat akar rumput dan tidak tergiur menjual Tandan Buah Segar (TBS) dengan harga murah di luar rantai kemitraan resmi.

  • Ketua Dewan Pembina DPP Apkasindo, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menegaskan komitmen asosiasi untuk terus menjadi jembatan penghubung antara petani, pelaku industri, dan pemerintah dalam mengawal kebijakan yang pro-petani sawit.

Melalui integrasi kepemilikan pabrik CPO, kilang minyak goreng mandiri, serta kepastian jaringan distribusi desa, pemerintah optimistis rantai nilai industri sawit nasional dapat dirasakan secara adil dan merata oleh para petani rakyat.

Sumber: liputan6.com

Artikel Terkait