• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Targetkan B50, Mentan Amran: Harga Sawit Bisa Naik, Petani Sejahtera

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Pemerintah terus melanjutkan peningkatan campuran minyak sawit melalui program mandatori biodiesel. Caranya pemerintah akan menerapkan B50 yang saat ini masih B40.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa Indonesia berencana menjalankan program B50 pada 2026. Kenaikan program ini akan membutuhkan suplai produksi minyak sawit sekitar 5 juta ton.

“Tahun lalu, kami ekspor sekita 26 juta ton. Jika diambil 5 juta ton, berarti tinggal 21 (juta). Kira-kira Harga dunia naik apa turun?,” jelas Amran kepada media pekan lalu.

Amran optimis harga minyak sawit di pasar dunia akan naik ketika Indonesia mengimplementasikan B50. Pasalnya, saat ini, Indonesia menguasai sekitar 65 persen CPO dunia.

“Harga kira-kira naik? Dunia? Berarti petani sejahtera gak? Senang tidak jika petani sejahtera? Terima kasih” ujarnya.

Menurut Amran, kenaikan harga CPO di pasar dunia akan berdampak bagi kesejahteraan petani sawit. Kendati demikian, Amran mengatakan progam B50 tidak akan mengganggu ekspor ke Uni Eropa maupun Amerika Seikat (AS).

“Eropa impor 2,3 juta. Amerika 1,7 juta. Berarti total 4 juta kan? Sedangkan,aku butuh 5 juta nih, untuk menjadikan biofuel B50. Pertanyaanku, ada masalah dengan ini? Enggak,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM RI, pelaksanaan Program Mandatori B40 di tahun 2025 menetapkan total alokasi biodiesel sebesar 15,6 juta kL yang terdiri dari 7,55 juta kL untuk PSO dan 8,07 juta kL untuk non-PSO. Program ini didukung oleh 24 Badan Usaha BBN yang akan menyalurkan biodiesel, 2 Badan Usaha BBM yang akan mendistribusikan B40 untuk PSO dan non-PSO, serta 28 Badan Usaha BBM yang akan menyalurkan B40 khusus untuk non-PSO.

Dengan total alokasi penyaluran biodiesel sebesar 15,6 juta kL, Program Mandatori B40 pada tahun 2025 diperkirakan akan memberikan manfaat berikut penghematan devisa sebesar USD 9,33 miliar atau Rp 147,5 triliun dan peningkatan nilai tambah CPO menjadi biodiesel sebesar Rp 20,90 triliun.

Artikel Terkait