Kalteng, SAWIT INDONESIA - Komitmen PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) dalam mendorong pembangunan desa dan keberlanjutan industri perkebunan sawit terus dipertegas melalui berbagai program sosial dan lingkungan yang dijalankan anak usahanya, PT Sukses Karya Mandiri (SKM). Hal itu disampaikan Estate Manager PT SKM, Syahrial Purba, saat menerima kunjungan media ke fasilitas Biogas Plant perusahaan di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, Rabu (10 Desember 2025).
Syahrial menjelaskan bahwa TAP sebagai grup agribisnis dengan operasi di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, memiliki payung program TAP untuk Negeri yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar kebun.
Salah satu program prioritas di wilayah ring 1 operasional PT SKM adalah renovasi rumah tidak layak huni di Desa Kenawan. Pada tahun 2025, perusahaan menargetkan 20 unit rumah direhabilitasi. Banyak di antaranya merupakan rumah adat yang selama ini kurang terurus.
“Fokus kami adalah memastikan masyarakat sekitar kebun dapat hidup dengan lingkungan yang layak, terutama dari sisi sanitasi,” ujar Syahrial.
Di sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat, TAP juga menyalurkan 216 beasiswa, serta memberikan insentif bagi ratusan guru honorer di desa-desa sekitar. Program gizi anak turut diperkuat melalui pembagian susu dua minggu sekali serta penyelenggaraan posyandu keliling setiap bulan.
Posyandu ini menjangkau tiga desa di kawasan Permata Kecubung, sejalan dengan target perusahaan mendukung zero stunting. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, posyandu juga memfasilitasi layanan vaksin untuk ibu hamil.
Mitigasi Kebakaran: Kelompok Tani Peduli Api
Menghadapi ancaman musim kemarau yang kerap memicu kebakaran lahan, PT SKM rutin mengadakan pelatihan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bagi masyarakat melalui Kelompok Tani Peduli Api.
“Meski kasus kebakaran sudah jauh berkurang, kesiapsiagaan tetap wajib. Kami memberikan sarana-prasarana lengkap dan reward hingga Rp50 juta bagi desa yang berhasil bebas kebakaran,” ungkap Syahrial. Dana insentif tersebut kemudian dikelola melalui BUMDes atau karang taruna setempat.
Program Desa Makmur juga menjadi motor pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam skema ini, perusahaan menyalurkan 20.000 ayam beserta dukungan pakan dan pendampingan. PT SKM juga bertindak sebagai offtaker, sehingga masyarakat memiliki kepastian pasar.
“Inisiasi ini menciptakan ekonomi sirkuler yang memberi nilai tambah bagi warga sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Di Kalimantan Timur, TAP mengelola lebih dari 700 hektare kawasan High Conservation Value (HCV) yang dijadikan hutan konservasi Mayong Merapun dan Sungai Letta.
Selain itu, perusahaan menjalankan pelatihan budidaya berkelanjutan melalui program Berkarya & Sejahtera/Perkasa yang digelar setiap tiga bulan dalam bentuk batch training. Program ini mencakup kebun-kebun perusahaan di Kaltim, Kalteng, dan Jambi.
“Tujuannya adalah meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan praktik berkebun yang baik dan ramah lingkungan,” tutur Syahrial.














