• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Tania Selatan Andalkan Benih Sawit Toleran Terhadap Kekeringan di SIEXPO 2026

SAWIT INDONESIA - PT Tania Selatan, anak usaha Wilmar Group Plantation, memanfaatkan ajang SIEXPO 2026 untuk memperkenalkan benih kelapa sawit unggul varietas DxP Tania Selatan kepada pelaku industri sawit dari berbagai daerah. Melalui pameran tersebut, perusahaan berharap semakin banyak perusahaan perkebunan, petani, hingga penangkar sawit mengetahui keunggulan benih yang diklaim toleran terhadap kekeringan dan memiliki produktivitas tinggi.

Seed Marketing PT Tania Selatan, Yasir Afran, mengatakan SIEXPO menjadi momentum strategis bagi perusahaan untuk bertemu dengan pelaku industri sawit dari sektor hulu hingga hilir. Selain memperkenalkan produk unggulan, pameran tersebut juga dimanfaatkan untuk memperluas jaringan bisnis dan membuka peluang kerja sama baru.

"SIEXPO merupakan ajang yang sangat baik untuk mempertemukan pelaku industri kelapa sawit. Melalui pameran ini kami dapat memperkenalkan benih unggulan Tania Selatan sekaligus menjalin koneksi dan membuka peluang kerja sama maupun penjualan," ujar Yasir.

PT Tania Selatan merupakan salah satu produsen benih kelapa sawit resmi di Indonesia yang telah merintis kebun induk sejak 1994. Setelah melalui serangkaian pengujian intensif dan terpadu, perusahaan memperoleh izin produksi benih dari Kementerian Pertanian pada 2005.

Menurut Yasir, kebun induk PT Tania Selatan berasal dari progeni yang terseleksi pada Agroklimat yang mengalami Water Deficit. Karena itu, varietas yang dihasilkan terbukti memiliki toleransi tinggi terhadap kekeringan, sekaligus tahan terhadap hama dan penyakit tanaman.

Saat ini perusahaan memiliki tiga varietas unggulan, yakni DxP TS1 (Avros), DxP TS2 (Ekona), dan DxP TS3 (Ghana). Ketiga varietas tersebut dikembangkan untuk mendukung produktivitas perkebunan sawit di berbagai kondisi lahan.

Selain mengedepankan kualitas genetik, PT Tania Selatan juga menerapkan sistem quality control yang ketat mulai dari proses produksi hingga benih diterima konsumen guna memastikan mutu tetap terjaga.

Yasir mengungkapkan, permintaan terhadap benih Tania Selatan dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Pesanan datang dari perusahaan perkebunan, kelompok tani, petani mandiri, hingga penangkar sawit, sehingga konsumen yang melakukan pemesanan saat ini harus menunggu sekitar dua hingga tiga bulan untuk proses pengiriman.

Keikutsertaan di SIEXPO 2026 juga menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas jangkauan pasar. PT Tania Selatan menargetkan varietas DxP Tania Selatan semakin dikenal dan menjadi pilihan utama pelaku usaha perkebunan dalam meningkatkan produktivitas kebun sawit.

Tak hanya berfokus pada penjualan benih, perusahaan juga mengedepankan layanan purnajual melalui pendampingan kepada konsumen agar varietas yang digunakan mampu memberikan hasil panen yang optimal sesuai potensinya.

Artikel Terkait