• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Tancap Gas! Penyaluran B50 Tembus 94 Persen di SPBU Seluruh Indonesia, Serapan Capai 10,69 Juta KL

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Program transisi energi hijau nasional menunjukkan progres yang kian masif. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa penyaluran bahan bakar nabati jenis B50 (biodiesel 50 persen) telah mencakup 94 persen SPBU di seluruh Indonesia hingga September 2026.

Capaian tersebut disampaikan Eniya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9/2026).

Dari total 104 terminal titik serah yang ada, sebanyak 76 lokasi telah aktif menyalurkan B50, sementara 28 terminal lainnya masih berada dalam fase transisi dari program sebelumnya (B40).

"Dan kalau kita melihat jumlah SPBU di Indonesia menurut data dari Pertamina Patra Niaga ini sudah ada 94% dan yang sudah menyalurkan sekitar 6.050 lokasi, 362 masih dalam masa transisi jadi ini 90% sudah menyalurkan B50," terang Eniya di hadapan para anggota dewan.

Volume Serapan Tembus 10,69 Juta Kiloliter

Dari sisi volume, Ditjen EBTKE mencatat realisasi penyaluran B50 telah mencapai 10,69 juta kiloliter (KL) dari total target tahunan yang dipatok di kisaran 16,8 juta KL hingga 18 juta KL.

Jika dirinci berdasarkan lini waktu, sepanjang periode Januari hingga Juni 2026 saat transisi masih menggunakan format B40, total volume yang tersalurkan mencapai 7,273 juta KL. Sementara itu, sejak mandatori B50 resmi digulirkan pada Juli hingga 7 September 2026, volume tambahan yang terserap telah mencapai sekitar 3,4 juta KL.

"Kita masih melihat targetnya ketersediaan FAME yang bisa dipenuhi oleh badan usaha bahan bakar nabati itu antara 16,8 juta kiloliter sampai dengan 18 juta kiloliter," pungkas Eniya, menegaskan kesiapan pasokan bahan baku dari badan usaha untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga akhir tahun.

Sumber: cnbcindonesia.com

Artikel Terkait