Pangkalan Bun, SAWIT INDONESIA – Puluhan jurnalis dari berbagai daerah mendapat kesempatan mengunjungi perkebunan milik PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) yang berada di Kumai, Kalimantan Tengah, pada Kamis (30 Oktober 2025).
Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari acara "Talk to The CEO (TCEO) 2025" dari Astra Agro, yang diadakan rutin setiap tahun. Sebagai bentuk apresiasi atas peran dan kontribusi media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
"Benar sekali kalimat yang menyatakan seeing is believing. Dengan melihat secara langsung best practices yang diterapkan perusahaan, para jurnalis diharapkan akan semakin memahami potensi dan kontribusi industri kelapa sawit dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Chief Executive Officer (CEO) Astra Agro, Djap Tet Fa, pada acara Talk to The CEO 2025 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Kamis malam (30 Oktober 2025).
Lebih lanjut ia mengatakan, pemahaman yang tertanam di benak para jurnalis merupakan modal yang sangat berarti bagi industri kelapa sawit.
"Sebab, berita-berita konstruktif yang lahir dari tulisan yang terinspirasi keunggulan komoditas strategis nasional ini dapat mendorong semangat dan optimisme seluruh pemangku kepentingan terhadap potensi yang dimiliki industri sawit," kata Tet Fa.
Selama empat hari (28-31 Oktober 2025), perusahaan perkebunan sawit berkode emiten AALI memang membersamai puluhan jurnalis. Bertemu dan berbincang dengan CEO dan bersama-sama berwisata ke Taman Nasional Tanjung Puting.
Hidup guyub di areal kebun
Di lokasi kebun, para jurnalis menyaksikan bagaimana kegigihan serta semangat pekerja sawit dalam proses panen-angkut-olah di perkebunan. Para pewarta itu disuguhkan pemandangan nyata mengenai kondisi perumahan, kehidupan dan keseharian pekerja perkebunan sawit yang pada umumnya terletak di rural area.
"Meskipun jauh dari perkotaan, Astra Agro menyiapkan komunitas masyarakat dan tempat tinggal yang tidak kalah lengkap serta mendukung hidup yang guyub," ujar Direktur Astra Agro, Bandung Sahari, yang ikut mendampingi para wartawan sekaligus menjadi moderator TCEO 2025.
Menurut Bandung, konsep paguyuban yang dirancang untuk membangun keharmonisan di antara sesama warga.
"Dipilih karena perusahaan sawit ini sangat menyadari bahwa hubungan antar tetangga sangat memengaruhi kenyamanan hidup yang pada akhirnya akan mendorong kinerja dan produktifitas warga sebagai pekerja," jelasnya.
Tak hanya itu, jurnalis juga diajak untuk mengunjungi fasilitas pendidikan untuk pada anak-anak karyawan. Melainkan mengunjungi paguyuban karyawan, serta mengunjungi areal konservasi, dan mengunjungi lokasi riset dan pengembangan Astra Agro. Untuk memperlihatkan pembibitan, laboratorium dan aktivitas para peneliti serta ditunjukkan benih unggul hasil inovasinya.
Ketua Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) Beledug Bantolo, salah seorang jurnalis yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat.
"Tidak dipungkiri, pengalaman melihat perusahaan menjalankan operasional di lapangan menumbuhkan optimisme bahwa sawit memang komoditas strategis nasional yang perlu didukung dengan kampanye positif," katanya.
Menurut jurnalis dari media Agrofarm ini, keterbukaan yang ditunjukkan Astra Agro sangat baik. Dengan melihat dan bertanya secara langsung para jurnalis sebagai representasi panca indera masyarakat mendapat kesan adanya keterbukaan.
"Ini sikap perusahaan yang sangat komunikatif dan tepat. Konten positif yang bisa diterbitkan di media massa menjadi faktor pendorong penting bagi kemajuan industri ini," ucap Bantolo.
Ia berharap, Talk to the CEO menjadi wadah interaksi yang membangun hubungan saling menguatkan antara perusahaan dan pekerja industri pers untuk sama-sama berkontribusi bagi Indonesia.














