• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Syukuran HUT ke-25, APKASINDO Yakin Persoalan Petani Sawit Dapat Diselesaikan Presiden Prabowo

Jakarta – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) genap berusia 25 tahun hari ini, Selasa, 28 Oktober 2025. Dalam syukuran secara sederhana di Kantornya yang berlokasi di Jakarta, Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Gulat ME Manurung menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus menggantungkan nasib petani sawit kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan regulasi yang selama ini menjadi bottleneck petani sawit.

“Kami percayakan sepenuhnya kepada Presiden agar petani sawit rakyat diberi jalur afirmatif,” ujar Gulat. Ia menegaskan bahwa kepercayaan ini bukan sekadar harapan, melainkan amanah dari 3,5 juta KK petani dann18 juta keluarga petani dan pekerja sawit yang menjadi tulang punggung program biodiesel, kemandirian energi dan pangan.

Hadir dalam kegiatan ini Dewan Pembina dan Dewan Pakar APKASINDO antara lain Prof. Agus Pakpahan, Prof. Bayu Krisnamurthi, Mayjen TNI (Purn) Erro Kusnara, Prof. Bayu Krisna Murti dan Dr. Syaiful Bahri, SH., MH serta jajaran pengurus DPP APKASINDO pusat yaitu Dr. Rino Afrino (Sekjen APKASINDO), M. Yunus (Waketum II APKASINDO), Suhendri (Waketum IV APKASINDO), dan Qayuum Amri (Waketum V APKASINDO) dan perwakilan Ketua DPW dari Sumatera, Kalimantan, Banten, Papua dan Sulawesi.

Gulat menyebut perjalanan 25 tahun APKASINDO penuh pencapaian sekaligus tantangan. “HUT ini kami rayakan secara singkat, namun bermakna—sebagai organisasi yang konsisten menyuarakan aspirasi petani ke pemerintah,” katanya.

Dalam enam bulan terakhir, Gulat juga mengungkap bahwa DPP APKASINDO sudah menugaskan yang Sekjen Dr. Rino Afrino dan didukung oleh Dewan Pakar DPP APKASINDO, Dr. Mutiara Panjaitan, SH. M.Kn., MH serta Prof Dr Budi Mulyanto Kepala Pusat Studi Sawit IPB University, telah menyusun kajian komprehensif dan merumuskan pembentukan Badan Kelapa Sawit Nasional (BKSN). Hasil kajian telah dipresentasikan ke sejumlah kementerian dan lembaga.

“Kami harap BKSN ini kilometer nol perbaikan tata kelola sawit nasional sebagaimana harapan Presiden Prabowo,” tambah Gulat.

Dia menyebut bahwa perjalanan panjang ini bukan hanya momentum perayaan, melainkan juga refleksi terhadap perjuangan petani sawit melalui regulasi, kebijakan, dan juga tantangan pasar global.

“Kita merayakan dengan singkatnya, menunjukkan di tengah masyarakat dan memberikan masukan kepada pemerintah sebagai organisasi yang cukup panjang umurnya,” ujar Gulat.

Gulat juga merefleksi sosok pendiri DPP APKASINDO, Prof. Agus Pakpahan, yang saat itu (tahun 2000) menjabat sebagai Dirjen Perkebunan, sebagai teladan dan amanah yang diteruskan oleh organisasi hari ini.

“Banyak suka duka, banyak pencapaian dan cita‐cita yang harus kita perjuangkan. Jadi APKASINDO, tidak boleh menyerah meskipun di tengah tekanan regulasi dan dinamika pasar,” jelasnya.

Prof. Agus Pakpahan merasa bersyukur atas pencapaian yang diraih APKASINDO di usianya yang sudah seperempat abad ini. Sebagai salah satu pendiri APKASINDO, dikatakan Prof Agus, organisasi ini harus naik kelas dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Indonesia.

“Salah satu caranya membangun koperasi petani agar petani dapat mandiri dan menghasilkan produk bernilai tambah. Ini salah satu pekerjaan rumah bagi APKASINDO untuk dapat membangun koperasi petani yang kuat di wilayah sentra sawit,” ujar Prof. Agus yang juga Rektor IKOPIN University.

Artikel Terkait