Jakarta, SAWIT INDONESIA – Sepanjang tiga bulan tahun 2026, Provinsi Sumatera Barat memimpin capaian harga TBS tertinggi. Kendati luas lahan perkebunannya di bawah Riau, Sumatera Utara, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Data Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, luas perkebunan sawit di Sumatera Barat 555.076 ha pada 2025. Dari luasan tersebut, perkebunan sawit petani seluas 257.549 ha dan jumlah petani sawit 145.856 kepala keluarga.
Di Riau, luas perkebunan sawit rakyat mencapai 2,3 juta ha dan 866 ribu petani. Sementara Sumatera Utara, komposisi perkebunan sawit petani 500.270 ha dengan 239.193 petani.
Sampai 31 Maret 2026, redaksi mengumpulkan hasil Rapat Keputusan Tim Harga TBS Sawit Mitra dari beberapa provinsi. Tingginya harga TBS sawit ini ditopang tren positif harga CPO di pasar dalam dan luar negeri.
Berikut ini 5 provinsi dengan harga TBS Sawit tertinggi per 31 Maret 2026 yaitu
1. Sumatera Barat
Surat Keputusan Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat mengenai Penetapan Harga TBS Periode IV (22-31 Maret 2026). Harga TBS sawit untuk tanaman usia 10-20 tahun mencapai Rp4.125,52/kg. Terjadi kenaikan harga sebesar Rp 161,91/kg dibandingkan periode III Maret 2026 yang sebesar Rp3.963,61/kg.
“Kami sangat bersyukur harga TBS di Sumatera Barat tembus di atas Rp.4000 per kilo. Bahkan pernah mencapai Rp.4.500 per kilo pada Maret 2022,” ujar Jufri Nur, Ketua DPW APKASINDO Sumatera Barat
Tingginya harga ini didukung oleh Indeks K sebesar 93,21% dan harga CPO yang berada di angka Rp15.756,47/kg.
2. Sumatera Utara
Menyusul di posisi kedua adalah Sumatera Utara. Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut untuk periode 1–7 April 2026, harga TBS pekebun mitra plasma untuk tanaman usia 21 tahun melesat sebesar Rp223,82/kg menjadi Rp4.065,95/kg dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp3.842,13/kg.
Peningkatan harga TBS ini ditopang oleh harga CPO itetapkan sebesar Rp 15.905,71 per kilogram, sementara harga kernel berada di angka Rp 15.492,00 per kilogram, dengan indeks “K” mencapai 93,15%.
3. Riau
Pada urutan ketiga, Provinsi Riau yang menetapkan harga TBS di angka Rp Rp3,930.39/kg untuk tanaman usia 10-20 tahun.
Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 92,67%, harga penjualan CPO minggu ini naik sebesar Rp210,69 dan kernel minggu ini naik sebesar Rp705,69 dari minggu lalu.
Harga rata-rata CPO KPBN periode ini adalah Rp15.663,50 dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp15.385,00/kg.
4. Jambi
Tidak terpaut jauh, Jambi menempati posisi keempat dengan harga TBS senilai Rp3.902,66/kg. Menariknya, Jambi memiliki Indeks K paling tinggi daripada provinsi lainnya yang mencapai 93,63%.
Selain itu, kenaikan ini didorong oleh peningkatan harga Crude Palm Oil (CPO) menjadi Rp15.397,71/kg. Harga berlaku untuk petani mitra/plasma dengan rincian usia tanam.
5. Sumatera Selatan
Terakhir, di posisi kelima atau yang paling bawah dalam daftar ini adalah Sumatera Selatan. Harga TBS di wilayah ini tercatat sebesar Rp3.741,43/kg, dengan harga CPO Rp14.785,34/kg dan Indeks K sebesar 92,09%.
Secara keseluruhan, tren harga sawit tertinggi masih terpusat di Sumatera. Peluang harga TBS akan terus naik dalam satu sampai dua bulan mendatang.














