• Kamis, 24 September 2026
Berita Terbaru

Sulap Limbah Sawit Jadi Material Baterai Lithium-ion, Mahasiswa USU Raih Juara Nasional di PERISAI 2026

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang selama ini kerap dipandang sebagai residu perkebunan ternyata menyimpan potensi besar sebagai bahan baku teknologi masa depan. Inovasi tersebut berhasil dibuktikan Tim IONEX dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU) yang sukses meraih Juara III Nasional sekaligus penghargaan Best Poster Bidang Bioenergi pada ajang Pekan Riset Sawit (PERISAI) 2026 yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Jakarta, pada 20–21 Juli 2026.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan mengingat kompetisi berlangsung sangat ketat. Sebanyak 1.433 proposal riset dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti seleksi, namun hanya 40 proposal yang dinyatakan lolos pendanaan riset. Dari jumlah tersebut, Tim IONEX berhasil menembus 10 besar finalis nasional sebelum akhirnya dinobatkan sebagai peraih Juara III.

Tim IONEX diketuai Desti Damai Hati Gea (Program Studi Kimia S1 Angkatan 2023) dengan anggota Fairutzh Divhany Akbar, Khalya Rosida Amri, dan Tio Roito Siregar. Penelitian mereka mendapat pendampingan dari Dr. Ir. Zikri Noer, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Fisika FMIPA USU.

Dalam kompetisi tersebut, tim mengangkat penelitian berjudul "Sintesis GQD Berbasis Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Anoda Baterai Lithium-ion untuk Meningkatkan Performansi Elektrokimia." Riset ini mengembangkan pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi Graphene Quantum Dots (GQD) yang digunakan sebagai material anoda baterai lithium-ion.

Inovasi tersebut tidak hanya membuka peluang peningkatan performa baterai, tetapi juga memberikan nilai tambah pada limbah industri kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pendekatan ini dinilai mampu mendukung pengembangan energi terbarukan sekaligus mendorong hilirisasi produk berbasis sawit melalui pemanfaatan teknologi material maju.

Atas inovasi tersebut, Tim IONEX juga berhasil meraih penghargaan Best Poster Bidang Bioenergi, yang diberikan kepada karya dengan penyajian terbaik, memiliki unsur kebaruan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan energi berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.

Ketua Tim IONEX, Desti Damai Hati Gea, mengatakan penghargaan tersebut menjadi buah dari proses panjang penelitian, penyusunan karya ilmiah, hingga presentasi di hadapan dewan juri.

"Kami bersyukur atas pencapaian ini. Semoga hasil penelitian yang kami lakukan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan teknologi energi di Indonesia sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya melalui riset," ujarnya.

Sementara itu, dosen pembimbing tim, Dr. Ir. Zikri Noer, S.Si., M.Si., mengapresiasi semangat dan dedikasi para mahasiswa yang mampu bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa inovasi berbasis komoditas strategis nasional seperti kelapa sawit memiliki peluang besar untuk menghasilkan solusi teknologi yang relevan bagi kebutuhan masa depan. Ia berharap prestasi ini menjadi pemicu lahirnya lebih banyak riset unggulan dari FMIPA USU yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, industri, dan pengembangan energi nasional.

Keberhasilan Tim IONEX juga mempertegas komitmen FMIPA USU dalam membangun budaya riset yang kuat, mendorong inovasi lintas disiplin ilmu, serta menghasilkan karya ilmiah yang mampu menjawab tantangan di bidang energi, lingkungan, dan hilirisasi kelapa sawit Indonesia.

*Naskah ini diadaptasi dari publikasi Humas Universitas Sumatera Utara (USU).

Artikel Terkait