• Jumat, 16 Oktober 2026
Berita Terbaru

Studi IPOSS: B50 Tekan Alokasi Ekspor Sawit 2026 hingga Turun Jadi 25,7 Juta Ton

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Lembaga kajian Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) memproyeksikan lanskap penggunaan minyak sawit nasional pada tahun 2026 akan mengalami pergeseran struktural. Untuk pertama kalinya, porsi konsumsi minyak sawit di dalam negeri diproyeksikan melonjak hingga 51,3 persen dari total penggunaan nasional, melampaui porsi alokasi ekspor ke pasar global yang tertekan menjadi 48,7 persen.

Direktur IPOSS, Nanang Hendarsah, menjelaskan bahwa lonjakan konsumsi domestik dipicu oleh penguatan program transisi energi terbarukan pemerintah.

“Konsumsi domestik diproyeksikan meningkat 7,4 persen menjadi sekitar 27,1 juta ton pada 2026. Lonjakan ini terutama didorong oleh peningkatan kebutuhan bahan baku biodiesel seiring pelaksanaan penuh implementasi B50 sejak Juli 2026,” ujar Nanang dalam keterangan resminya, Kamis (15/10/2026).

Poin-poin utama pertumbuhan produksi, koreksi ekspor kuartal IV, tantangan penerimaan Pungutan Ekspor (PE), hingga dinamika stok nasional meliputi:

  • Pertumbuhan Produksi yang Lambat: IPOSS memperkirakan total produksi minyak sawit nasional sepanjang 2026 hanya mencapai 52,4 juta ton, atau tumbuh tipis sebesar 1,86 persen dibandingkan capaian tahun 2025. Perbedaan laju pertumbuhan produksi yang lambat dengan pesatnya permintaan domestik menyebabkan ruang pasokan semakin ketat.

Koreksi Tajam Volume Ekspor:

  • Secara tahunan (FY 2026), total ekspor produk sawit Indonesia diprediksi turun 15,4 persen menjadi 25,76 juta ton.

  • Tekanan ekspor paling dalam diproyeksikan terjadi pada Kuartal IV/2026, di mana volume ekspor diperkirakan hanya menyentuh 4,9 juta ton atau anjlok hingga 37,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

  • Dilema Penerimaan Pungutan Ekspor (PE) & Riset PSR: Nanang menggarisbawahi bahwa penyusutan volume ekspor secara langsung berisiko menekan penerimaan Pungutan Ekspor (PE) yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan. Padahal, dana PE sangat vital untuk menopang insentif pembiayaan biodiesel B50 dan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Proyeksi Pergerakan Stok Minyak Sawit Nasional:

  • Stok sawit nasional diproyeksikan menyentuh titik terendah (sekitar 300.000 ton) pada Oktober 2026.

  • Cadangan stok diperkirakan baru berangsur membaik hingga menyentuh kisaran 1,7 juta ton pada akhir Desember 2026, yang didorong oleh penyesuaian penurunan alokasi ekspor.

“Keberlanjutan program B50 perlu ditopang oleh keseimbangan pasokan serta pengelolaan pembiayaan yang adaptif terhadap dinamika pasar energi global, agar penguatan ketahanan energi dalam negeri tidak terus mempersempit ruang devisa ekspor nasional,” tutup Nanang.

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Artikel Terkait