• Kamis, 24 September 2026
Berita Terbaru

Sowan ke Putin, Indonesia Jajaki Pabrik Pupuk Urea di Vladivostok dan Kerja Sama Kapal Pengolah Ikan Mutakhir

Vladivostok, SAWIT INDONESIA - PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi membidik ekspansi global dengan menjajaki pembangunan pabrik pupuk urea di kawasan Vladivostok, Rusia. Langkah strategis ini mengemuka usai pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (3/9/2026).

Penjajakan tersebut ditandai secara resmi lewat penandatanganan joint study antara pihak Pupuk Indonesia dan mitra Rusia guna mengkaji potensi investasi fasilitas produksi urea. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa studi ini merupakan implementasi nyata dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” ujar Rosan kepada awak media.

Menurut Rosan, rencana ekspansi ke luar negeri ini didorong oleh kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia yang kian moncer. Langkah korporasi ini diyakini tidak hanya memperkuat posisi perusahaan di kancah internasional, tetapi juga menopang ketahanan pangan serta ketahanan industri nasional.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menambahkan bahwa pemilihan Vladivostok didasari oleh pertimbangan geografis dan bisnis yang sangat strategis karena langsung menghadap ke kawasan Pasifik, yang selama ini menjadi salah satu pasar utama produk pupuk perseroan.

Tawaran Kapal Pengolah Ikan Canggih

Tidak hanya sektor pupuk, lawatan delegasi Indonesia ini juga membuahkan hasil di sektor kemaritiman dan perikanan. Presiden Rusia Vladimir Putin secara khusus menawarkan armada perkapalan mutakhir berukuran lebih dari 102 meter yang dirancang khusus untuk mengolah hasil perikanan langsung di tengah laut.

"Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya," ungkap Rosan. Menindaklanjuti tawaran tersebut, pemerintah Indonesia berencana mengirimkan tim khusus guna mempelajari teknologi dan potensi pemanfaatan kapal tersebut.

Momentum kerja sama bilateral ini dinilai sangat tepat, terlebih volume perdagangan Indonesia dan Rusia telah mencatatkan pertumbuhan lebih dari 12 persen pada tahun sebelumnya. Potensi lonjakan perdagangan ini juga diproyeksikan semakin terbuka lebar seiring proses ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan blok Eurasia. Selain pupuk dan perkapalan, pertemuan tingkat tinggi kedua kepala negara turut membedah peluang kolaborasi di sektor pertanian, energi dan sumber daya mineral, pertahanan, hingga hilirisasi mineral.

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Artikel Terkait