Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - Majalah Sawit Indonesia akan mengadakan Konferensi Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) ke-2 yang akan berlangsung di Pekanbaru Convention and Exhibition (Ska-Coex), Riau, pada 8 – 10 Agustus 2024.
Di tahun ini juga akan mengadakan sesi seminar salah satunya membahas penurunan produktivitas sawit nasional. Adapun pembicara yang hadir antara lain Dr. Rusman Heriawan (Wakil Menteri Pertanian RI 2011-2014), Prof (Ris) Ir. DIDIEK HADJAR GOENADI,. MSc, PhD, INV. ( Ketua Umum Asosiasi Inventor Indonesia), Achmad Fathoni (Direktur R&D First Resources), Ruli Wandri ( Head of Agronomy PT Binasawit Makmur).
Untuk diketahui, laju produksi minyak sawit selama mengalami stagnasi produksi sejak beberapa tahun terakhir. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat produksi kelapa sawit Indonesia terus mengalami penurunan sejak tahun 2005. Periode 2005 – 2010 terjadi penurunan produksi sebesar 10% , lalu 2010 – 2015 turun 7,4%, kemudian periode 2015 – 2020 turun 3,2% dan hingga saat ini masih stagnan.
Padahal, dari waktu ke waktu konsumsi sawit terus naik, apalagi dengan terus meningkatnya pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) berbasis sawit atau biodiesel. Pada 2025, rencananya pemerintah pun bakal meningkatakan campuran biodiesel 35 persen (B35) menjadi B40.
Ketua Panitia Pelaksana SIEXPO 2024, Qayuum Amri mengatakan konferensi berlangsung selama tiga hari untuk membahas isu berkaitan kemitraan, Bursa CPO, ISPO, produktivitas sawit, pengendalian ganoderma, mekanisasi, teknologi pabrik sawit, dan hilirisasi smallholder. Pembicara yang hadir adalah narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing.
“Masalah kemitraan dan produktivitas sawit ini menjadi faktor tantangan yang akan dihadapi industri sawit di masa depan. Apabila persoalan ini tidak menjadi perhatian bersama, kami khawatirkan industri sawit Indonesia akan goyah dan tumbang,” tutup Qayuum.














