PT Bayer Indonesia terus memperkuat portofolio solusi perlindungan tanaman untuk menjawab kebutuhan efisiensi di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit. Perusahaan mengedepankan pendekatan terintegrasi yang tidak hanya menitikberatkan efektivitas produk, tetapi juga efisiensi biaya operasional di lapangan.
Territory Manager Plantation Bayer untuk wilayah Sumbagsel, Baldeep Singh, menjelaskan bahwa Bayer menyediakan solusi lengkap, mulai dari herbisida, insektisida, fungisida, adjuvant, hingga biostimulan untuk mendukung produktivitas kebun secara menyeluruh.
Di kelas Herbisida, Bayer mengandalkan herbisida BecAno yang telah terbukti ampuh untuk mengendalikan benih gulma. Produk yang telah digunakan sejak 2017 ini mampu menekan pertumbuhan gulma di areal mineral lebih lama dibandingkan standar estate praktis.
“Jika diaplikasikan dengan cara yang tepat, maka Becano dapat menekan pertumbuhan gulma lebih lama, dan dapat memberikan efisiensi biaya sekitar 10 % ,” ujar Baldeep.
Menurutnya, keunggulan tersebut membuat perusahaan dapat menekan frekuensi penyemprotan sehingga biaya tenaga kerja dapat ditekan.
BecAno juga fleksibel karena dapat dicampur dengan herbisida lain sesuai jenis gulma di lapangan.
“Produk ini juga bisa dikombinasikan dengan produk herbisida lain, tergantung jenis gulma dilapangan yang akan dibasmi,” jelasnya.
Penggunaan BecAno tidak terbatas pada sawit, tetapi juga sudah digunakan pada komoditas tebu dan Forestry, yang banyak digunakan pada tahap awal persiapan lahan.
Penggunaan Herbisida ini di area terbuka seperti lahan replanting, mampu menahan pertumbuhan gulma hingga 3-4 bulan, dimana hal ini tentunya memberi kesempatan untuk cover crop tumbuh dengan sempurna menutupi areal karena tidak ada saingan dari gulma utama di lahan.
Sedangkan aplikasi yang tepat pada piringan, mampu menjaga kebersihan piringan hingga 6-8 bulan. Efisiensi ini berdampak langsung pada pengurangan penggunaan herbisida dan tenaga kerja, juga memperkecil losses karena kondisi piringan yang bersih akan mempermudah proses pengutipan brondolan.
Adjuvant: Meningkatkan Daya Kerja Herbisida
Selain herbisida, Bayer menghadirkan adjuvant seperti Agridex (sering disebut Agribek di lapangan) untuk meningkatkan efektivitas aplikasi pestisida.
Produk ini berfungsi sebagai perata sekaligus penetran, sehingga membantu larutan semprot menempel dan masuk ke jaringan tanaman secara lebih optimal.
“Pada beberapa jenis gulma yang memiliki lapisan permukaan daun yang tebal, akan menyulitkan herbisida untuk menembus lapisan tersebut. Dengan penambahan Agridex, penetrasi larutan herbisida menjadi lebih mudah dan efektif sehingga gulma sasaran akan lebih cepat mati,” jelas Baldeep.
Biostimulan: Perkuat Tanaman Sejak Dini
Di segmen biostimulan, Bayer menghadirkan produk Ambition yang saat ini mulai banyak digunakan di pembibitan sawit.
Produk ini sangat bermanfaat untuk membuat tanaman menjadi lebih sehat, tahan terhadap kondisi stress biotik dan abiotik, memperkuat perakaran, batang dan daun tanaman, sekaligus mempercepat pertumbuhan.
“Aplikasi 1-2 kali sebulan selama masa pembibitan membuat tanaman lebih sehat, pertumbuhan daun lebih baik, dan penyerapan hara lebih optimal,” ujarnya.
Secara visual, tanaman terlihat lebih vigor dan berkembang lebih cepat dibandingkan tanpa perlakuan.
Insektisida: Kendalikan Hama Utama Sawit
Bayer juga memperkuat lini insektisida untuk mengendalikan hama utama di perkebunan sawit, seperti ulat api, ulat kantong, dan kumbang tanduk (Oryctes).
Beberapa produk unggulan yang digunakan antara lain:
Vayego® 200 SC
Terobosan baru dari Bayer untuk mengendalikan Hama UPDKS (Ulat api, Ulat Kantong dll), dengan bahan aktif Tetraniliprole 200 SC diaplikasikan dengan dosis per Ha yang rendah namun memberi perlindungan yang efektif. Produk ini juga memiliki keunggulan berupa relatif aman bagi serangga penyerbuk serta musuh alami lainnya di perkebunan sawit.
Buldok 25 EC
Berbahan aktif beta-siflutrin, bekerja sebagai insektisida kontak untuk mengendalikan kumbang tanduk pada tanaman Kelapa sawit.
“Untuk pengendalian kumbang tanduk di tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM) kami juga memiliki solusi insektisida yang cukup efektif yaitu BULDOK 25 EC,” tambah Baldeep.
Decis
Merupakan produk lawas yang hingga saat ini masih dipercaya dapat meyelesaikan permasalahan Hama di perkebunan kelapa sawit, Khususnya Ulat Api, Ulat kantong, Apogonia, juga beberapa hama lainnya di perkebunan.
Melalui kombinasi herbisida, adjuvant, biostimulan, dan insektisida, Bayer menawarkan pendekatan perlindungan tanaman yang terintegrasi. Pendekatan ini membantu pelaku usaha perkebunan menekan biaya operasional sekaligus menjaga produktivitas.
Menurut Baldeep, industri perkebunan kini semakin menuntut efisiensi yang terukur, baik dari sisi penggunaan input maupun tenaga kerja.“Pendekatan terintegrasi ini menjadi kunci untuk menjaga produktivitas di tengah tantangan operasional yang semakin kompleks,” ujarnya.














