PT Socfin Indonesia (Socfindo), perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka yang beroperasi di Sumatera Utara dan Aceh, resmi merilis benih kelapa sawit unggulan terbarunya yang diberi nama SM.
Varietas inovatif ini akan ditampilkan pada Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025, pameran terbesar industri sawit Indonesia, yang akan digelar di Ska-Coex Pekanbaru, Riau, pada 7–9 Agustus 2025.
Benih SMhadir sebagai inovasi strategis Socfindo untuk menjawab tantangan peningkatan kebernasan buah sawit salah satunya akibat terbatasnya ketersediaan bunga jantan serta gangguan pada aktivitas penyerbuk alami di kebun sawit.
Menurut Dadang Afandi, Manager Breeding Socfindo, SM dirancang khusus sebagai tanaman sawit yang dominan menghasilkan bunga jantan.
“Berbeda dengan varietas unggul yang difokuskan untuk produksi tandan buah, SM berfungsi sebagai tanaman pelengkap untuk menunjang proses penyerbukan di kebun sawit,” jelas Dadang.
Pengembangan SM telah melalui proses riset yang panjang. Sejak 2006. Fokus riset kemudian diarahkan kembali pada 2012, setelah Socfindo memperoleh bahan tanaman berkarakter bunga jantan tinggi dari mitra penelitiannya, dan dilanjutkan dengan tahap uji coba serta pemuliaan intensif pada 2014.
“Varietas SM idealnya ditanam berdampingan dengan varietas berproduksi tinggi yang memiliki sex ratio tidak seimbang. Dengan demikian, ketersediaan serbuk sari dapat terjaga sekaligus mendukung populasi kumbang penyerbuk Elaeidobius dikebun,” tambah Dadang.
Indra Syahputra, Head Socfindo Seed Productionand Laboratories (SSPL), mengungkapkan bahwa antusiasme pasar terhadap SM cukup tinggi.
“SM mampu memperkuat kebernasan buah, khususnya pada fase awal tanaman produktif, serta memaksimalkan potensi produksi tandan buah segar (TBS) dan minyak sawit mentah (CPO),” ujarnya.
Hingga saat ini, pesanan benih SM telah mencapai sekitar satu juta butir, meski kapasitas produksi untuk tahun 2025 masih terbatas pada kisaran 250 ribu butir.
Sebagai bentuk komitmen, Socfindo juga menyiapkan layanan purna jual berupa pendampingan langsung ke kebun pelanggan.
“Kami ingin memastikan performa SM dilapangan sesuai ekspektasi, terutama untuk kebun - kebun yang mengalami penurunan fruitset salah satunya akibat minimnya bunga jantan dan pengaruh perubahan iklim,” kata Indra.
Sementara itu, Agustiaman Purba, Staf Seed Sales and Marketing Socfindo, menambahkan bahwa SM akan menjadi salah satu produk unggulan yang dipamerkan pada 3rd SIEXPO 2025.
“Selain SM, kami juga menampilkan varietas lain seperti Lame, Yangambi, dan MTG yang terkenal memiliki produktivitas tinggi dan ketahanan terhadap serangan Ganoderma,” ungkapnya.
Tak hanya benih, Socfindo turut mempromosikan layanan laboratorium analitik yang mencakup analisis unsur hara tanah, daun, pupuk, hingga kualitas air dan limbah. Layanan purnajual dengan kunjungan lapangan, pembinaan agronomis, serta diskusi virtual untuk membantu pelanggan menangani tantangan teknis di kebun.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 164)






