ACEH TIMUR, SAWIT INDONESIA - Salah satu hambatan utama pekebun swadaya adalah penggunaan benih palsu (illegitim) yang berakibat pada produktivitas kebun yang rendah. Upaya peningkatan produktivitas kebun salah satunya dilakukan melalui pelatihan sawit agar pekebun lebih paham cara budidaya kelapa sawit yang baik dan benar. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerjasama dengan provider Best Planter Indonesia (BPI) sebagai mitra yang terpercaya menyelenggarakan pelatihan budidaya kelapa sawit bagi pekebun asal Aceh Timur. Kolaborasi ini merupakan kunci dalam Upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional umumnya dan khususnya pada sektor perkebunan rakyat di Kabupaten Aceh Timur.
BPI dengan Tag linenya “Kami Hadir Memberi manfaat“ memberikan tips dan trik jitu kepada pekebun sawit selama pelatihan. Melalui pelatihan ini diharapkan pekebun sawit bisa mengleola kebunnya secara lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan.
Selama pelatihan, pekebun diberikan pendampingan dan pembelajaran berbasis praktik lapangan, dimana pekebun berkesempatan untuk melihat secara langsung berbagai standar operasional dan teknik budidaya yang diterapkan pada perusahaan perkebunan yang telah berhasil mencapai produktivitas tinggi.
Penggunaan benih unggul merupakan pondasi utama dalam budidaya kelapa sawit karena menentukan potensi hasil produksi selama masa produktitif 25 tahun. Disamping itu penerapan Best Management Practices menjadi pilihan terbaik agar perkebunan rakyat dapat bersaing dengan Perkebunan yang dikelola oleh pihak swasta dan BUMN dalam capaian yield (ton/hektar/tahun).
Alasan utama pemakaian benih unggul :
• Benih unggul memiliki daya tumbuh lebih seragam pada masa pembibitan, sedikit sekali yang diseleksi. Setelah tanam di lapangan, bibt juga tumbuh seragam.
• Potensi produksi lebih tinggi.
Benih unggul varietas tenera (DxP) mampu menghasilkan tandan buah segar (TBS) 30 ton/ha/tahun pada masa puncak, dibandingkan benih tidak unggul hanya 15 ton/ha/tahun.
• Rendemen minyak yang dihasilkan lebih tinggi yaitu 26%, sehingga PKS lebih senang dan pembelian buah petani menjadi lancar.
• Beberapa varietas unggul memiliki masa berbuah lebih cepat umur 24 bulan (quick starter) dibanding kondisi normal umur 30 sampai 36 bulan. Panen perdana dengan rata-rata berat 3,5 kg/janjang.
• Benih unggul memiliki pertumbuhan meninggi yang lambat, sekitar 40 – 60 cm/tahun, memudahkan proses pemanenan dan dapat menekan biaya panen kedepannya.
Secara ekonomis, harga kecambah sawit unggul bersertifikat masih terjangkau dikisaran Rp 8.000 – Rp 8.500/ kecambah. Dan manfaat kedepan dari bibit unggul bersertifikat ini sangat besar kedepannya. Jangan berjudi melakukan budidaya kelapa sawit menggunakan benih atau bibit tidak tunggul.














