Yogyakarta, SAWIT INDONESIA - Politeknik LPP Yogyakarta kembali melangsungkan kegiatan bersama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), kali iniWorkshop dan Fieldtrip UMKM Sawit dengan tema ‘Pemberdayaan UMKM Guna Mendukung Pemanfaatan Produk Turunan Kelapa Sawit’.
Acara ini berlangsung selama dua hari Rabu – Kamis (26-27 Februari 2025), dengan diikuti seratus peserta terdiri dari pelaku UMKM DIY, dosen dan mahasiswa dari Politeknik LPP Yogyakarta, INSTIPER Yogyakarta, dan AKPY ‘STIPER’.
Turut dihadiri oleh Wakil Direktur II Politeknik LPP Yogyakarta, Galuh Banowati; Kepala Divisi UKMK BPDP, Helmi Muhansah; Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY, Juli Kestijanti, S.E., Ak;Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM - DIY, Agus Mulyono, S.P, M.T, serta ada tamu undangan lainnya.
Ada beberapa materi yang disampaikan, di hari pertama (Rabu, 26 Februari 2025), materi pertama yang disampaikan yaitu pemanfaatan sawit dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat oleh civitas akademika hingga melakukan kegiatan demo pembuatan reusable wrap menggunakan bahan dari turunan kelapa sawit. Disampaikan oleh dosen Politeknik LPP Yogyakarta, Rina Ekawati dan Lestari Hetalesi Saputri.
Sementara, materi kedua fokus pada tips pengembangan UMKM dari lokal menuju global, yang dipaparkan oleh CEO Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan.
Sedangkan di hari kedua (Kamis, 27 Februari 2025) dijadwalkan, para peserta melaksan akan fieldtrip ke Smart Batik untuk mengenal pembuatan malam batik berbasis produk turunan kelapa sawit selain tentunya mencoba langsung proses membatik di lokasi.
Wakil Direktur II Bidang Keuangan, SDM dan Umum, Politeknik LPP Yogyakarta, Galuh Banowati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diadakan sebagai bentuk penerapan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi.
“Selain itu, kegiatan ini juga menggandeng para pelaku UMKM sebagai upaya mengedukasi untuk mengembangan produk turunan kelapa sawit untuk menaikkan pendapatan per-kapita,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan, pada Rabu (26 Februari 2025).
Seperti diketahui, masih banyak potensi dari sawit yang dapat digunakan sebagai bahan untuk produk-produk pangan dan non pangan. Hal ini yang perludi kembangkan agar kebaikan dan manfaat sawit dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dalam menciptakan dan meningkatkan peluang usaha.
Membuka peluang kolaborasi
Helmi Muhansah mengatakan pihaknya sudah banyak melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak salah satunya Politeknik LPP Yogyakarta yang diwujudkan dengan kegiatan workshop dan fieltrip UMKM Sawit.
“Tujuannya untuk meningkatkan peluang usaha yang salah satunya dengan menciptakan produk turunan kelapa sawit. Jika ini bisa dan terus dikembangkan secara tidak langsung bisa untuk menghalau kampanye negatif yang ditujukan kepada sektor sawit. Kami hadir untuk berkolaborasi dengan para pelaku UMKM,” katanya.
Sementara, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, mengutarakan pihaknya menyambut baik kolaborasi yang dilakukan LPP Yogyakarta dan BPDP, dengan melibatkan para pelaku usaha (UMKM) melalui kegiatan (workshop UMKM Sawit.
“Tidak sedikit, pelaku UMKM yang berproduksi dari produk turunan sawit (kuliner, bahan kebutuhan rumah tangga, dll), tercatat 344.000 pelaku UMKM. Namun, permasalahan dasar yang sering muncul adalah meningkatkan usaha mikro/kecil menjadi usaha menengah,” ucapnya.
“Maka kami mengundang para pelaku UMKM untuk mengikuti pembinaan dan pengembangan salah satunya dengan mengikuti kegiatan workshop ini,” imbuh Agus.
Bahkan, pihaknya juga sudah menyediakan tempat pemasaran yaitu SIBAKUL. Dengan harapan pelaku UMKM dapat menggunakan media tersebut agar sama sama berkolaborasi untuk meningkatkan peluang pelaku UMKM untuk naik kelas.
Pada kesempatan yang sama, Juli Kestijanti menambahkan bahwa SDM yang kompeten sangat diperlukan dalam perekonomian Indonesia, maka pemerintah berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produk sehingga mampu bersaing di pasar lokal hingga global.
“Salah satunya dengan program digitalisasi UMKM agar pelaku usaha kecil dapat meningkatkan usahanya dengan teknologi digitalisasi sehingga memiliki jangkauan yang lebih besar. Transformasi digital yang terus berkembang diharapkan umkm dapat bersaing. Inisiatif yang diambil adalah kolaborasi antara pelaku UMKM dan BUMN,” katanya.
Pada kegiatan ini, ada 26 produk hasil penelitian dan pengembangan dari civitas akademika Politeknik LPP Yogyakarta, antara lain handsanitizer, sunscreen, biopelet, bioplastik, edible film pembungkus mie instan dan wraping, biopot (untuk wadah semai), tinta organic, bahan material dan lainnya yang seluruhnya terbuat dari bahan dasar kelapa sawit.
Ke depan, Politeknik LPP Yogyakarta akan terus mengembangkan kegiatan serupa dengan berkolaborasi BPDP untuk mendukung pengembangan produk turunan kelapa sawit serta UMKM.














