• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Sinergi AKPY, BPDP dan DitjenbunTingkatkan Kompetensi Petani Sawit di Sumsel

Palembang, SAWIT INDONESIA –Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) kembali menyelenggarakan pelatihan petani sawit, dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun). Sebagai langkah untuk meningkatkan kompetensi para petani sawit dalam rangka mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan.

Kali ini, ada dua jenis pelatihan; Teknis Budidaya Kelapa sawit dan Manajemen & Administrasi Keuangan diikuti oleh 144 petani sawit dari dua kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel) yaitu 60 orang dari Muara Enim dan 84 orang dari Musi Rawas Utara.

Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, SP,MP, menyampaikan kegiatan pelatihan ini merupakan sinergi antara AKPY, Ditjen Perkebunan dan BPDP, dalam rangka mengimplementasi program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit, terutama untuk petani.

“Tujuan dari pelatihan petani sawit antara lain memberikan pengertian dan pemahaman tentang cara budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan(Good Management Practices), khususnya teknis budidaya tanaman kelapa sawit. Serta, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, manajerial dan kewirausahaan yang berdayasaing perkebunan kelapa sawit berkelanjutan,” ujarnya, pada Kamis (8 Mei 2025), di Palembang.

Diungkapkan, Dr. Sri Gunawan, pelatihan yang melibatkan langsung para petani untuk memberikan pemahaman dan membuka pengetahuan perihal berbagai persoalan yang dihadapi sektor sawit.

“Saat ini, ada beberapa kendala yang dihadapi antara lain tanaman sawit yang sudah tua, bibit tidak bersertifikat: 93 juta bibit sawit setara 465.000 ha/th (3,2 jt ha selama 7 th terakhir), perubahan iklim, masalah air, tanah, Suhu, perawatan kurang (khususnya pemupukan kurang), dan masalah pencurian buah, serta masalah legalitas lahan,” ungkapnya.

“Maka, kami berharap dengan pelatihan ini, para petani memiliki kemampuan teknis budidaya sawit yang meningkat, terampil menerapkan ilmu yang sudah didapat, mampu menularkan kepada petani yang lain, sehingga produksi meningkat dan dibentuk klinik perkebunan. Serta mampu membentuk dan mengelola keuangan dan administrasi yang baik, kelembagaan yang sehat dan mandiri,” sambung, Dr. Sri Gunawan.

Secara teknis, pelaksanaan pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari (7 – 11 Mei 2025), terbagi menjadi lima kelas, materi disampaikan oleh praktisi kebun dan akademisi sesuai dibidangnya. Selain itu, para peserta juga diagendakan akan melakukan studi banding kekebun yang dikelola perusahaan perkebunan (Sampoerna Agro).

Terkait, dengan program pengembangan SDM PKS yang diwujudkan dengan pelatihan, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Ir. Agus Darwa, M.Si mengutarakan pihaknya menyambut baik atas terlaksananya kegiatan pelatihan yang diikuti petani sawit dari Kabupaten Muara Enim dan Musi Rawas Utara.

“Ini langkah yang tepat untuk mengedukasi petani sawit. Meski, para petani sudah menanam dan mengelola tanaman kelapa sawit tetapi belum tentu Teknik menanam dan mengelolanya benar. Maka, melalui kegiatan pelatihan mereka (petani sawit) bisa mengelola perkebunan sawit dengan baik dan benar sehingga produktivitasnya bisa meningkat. Dan, mengembangkan perkebunan sawit yang bermanfaat dan berkelanjutan,” katanya, saat ditemui di sela-sela acara pelatihan, di Palembang.

“Kami berharap dengan mengikuti pelatihan, para peserta tidak hanya tahu (ilmunya) melainkan harus bisa mempraktikkan di kebun masing-masing sesuai dengan prosedur atau ilmu yang didapat selama pelatihan,” tambah Ir. Agus Darwa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Utara, Ade Meiri Siswani, SP,MP menambahkan pihaknya bangga program pelatihan dar ipemerintah dapat diikuti petani sawit dari kabupaten Musi Rawas Utara.

“Pada pelatihan ini ada 84 petani sawit yang mengikuti pelatihan teknis budidaya sawit. Ini adalah kesempatan pertama bagi petani sawit dari Musi Rawas Utara untuk mengikut ipelatihan. Maka, kami berharap kesempatan ini dapat digunakan dengan baik sehingga ilmu yang didapat selama pelatihan dapat dipraktikkan dan ditularkan kepetani sawit lainnya,” ucapnya.

Artikel Terkait