Pontianak, SAWIT INDONESIA - Perjalanan darat selama 12 jam dari Desa Sengkuang Merabung, Kabupaten Ketapang, tak menyurutkan semangat empat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk hadir dalam perayaan HUT ke-6 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Barat di Pontianak. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya UMKM sebagai jembatan antara komunitas desa dengan pasar yang lebih luas, sekaligus penguat ketahanan pangan nasional melalui berbagai inisiatif pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Stan UMKM binaan PT Bangun Nusa Mandiri dan PT Kencana Graha Permai, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, menjadi salah satu pusat perhatian. Produk yang dipamerkan antara lain olahan ikan lele dengan merek Silele, hingga kerajinan anyaman lidi sawit. Setiap produk menghadirkan kisah ketekunan, inovasi, dan keberlanjutan dari masyarakat desa.
Produk Silele dirintis ibu-ibu dari Desa Sengkuang Merabung dan Desa Biku Sarana, dipimpin oleh Lili Yen. Varian yang ditawarkan beragam, mulai dari kaldu, stik, hingga bakso lele. Menurut Sofie Chaniago, fasilitator CSR PT Bangun Nusa Mandiri, olahan ini bukan hanya memperkaya pilihan pangan, tetapi juga mendukung upaya pencegahan stunting karena kandungan proteinnya yang tinggi.
Sementara itu, Lusiana, pengrajin binaan PT Kencana Graha Permai, memamerkan hasil anyaman lidi sawit yang diolah menjadi piring, wadah sendok, hingga keranjang. Dengan dukungan pelatihan dan bantuan promosi, produknya kini mulai dikenal lebih luas dan dipesan hingga ke luar desanya.
Eko Kuswoyo, Estate Manager PT Bangun Nusa Mandiri, menyebut kolaborasi perusahaan dengan masyarakat desa telah menunjukkan hasil positif. Produk budidaya dan olahan lele kini sudah menembus pasar kabupaten bahkan provinsi. “Kami berharap manfaatnya bisa terus dirasakan lebih besar oleh masyarakat,” ujarnya.
Inisiatif ini menjadi bagian dari Bright Future Initiative, program akselerasi UMKM Sinar Mas Agribusiness and Food yang hingga kini telah mendukung 113 UMKM dengan 189 proyek di berbagai wilayah. Selain Silele dan anyaman lidi sawit, PT Agrolestari Mandiri juga menampilkan produk tempoyak dan madu kelulut.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memberikan apresiasi atas upaya pemberdayaan UMKM ini. “Semoga kerja sama ini bisa terus diperluas sehingga lebih banyak UMKM yang mendapat manfaat,” ujarnya.
Kehadiran UMKM dalam perayaan HUT IJTI Kalbar bukan hanya sekadar memeriahkan acara. Perjalanan jauh yang ditempuh menjadi simbol harapan bahwa produk lokal desa mampu bersaing, diterima pasar, dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi komunitas di masa depan.














