Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - Pameran Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025 diikuti ratusan perusahaan yang bergerak di sektor pertanian, perkebunan bahkan juga pertambangan. Seperti PT Rutan yang memamerkan drone khusus untuk pertanian dan perkebunan.
Pada gelaran kali ini PT Rutan memamerkan dua tipe drone penyemprot dan pemupukan khusus di perkebunan kelapa sawit yakni DJI Agras T50 dan DJI Agras T100.
Business Development PT BCT, Gordon Arifin Sinaga menjelaskan dua produknya tersebut dihadirkan untuk mempermudah pekerjaan petani dalam melakukan perawatan tanaman kelapa sawitnya. Mulai dari penyemprotan hama maupun pemupukan.
"Jadi bukan hanya pupuk cair, produk kita ini sudah dapat menyebarkan pupuk padat dari udara," jelasnya.
Tentu lanjut Gordon, pekerjaan petani akan lebih efisien dengan menggunakan produknya tersebut. Dimana dalam satu hari, produknya ini dapat digunakan untuk hamparan kebun seluas 30 hektar.
"Produk kita ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas 30.000 Mah. Dimana sekali terbang dapat berada di udara selama 7-8 menit," jelasnya.
Meski begitu, dalam pengecasan baterai produknya itu, petai hanya membutuhkan waktu 7-9 menit saja.
Selain susah diterapkannya sistem training pilot, produk ini juga telah disematkan aplikasi monitoring. Yakni DJI Smart Farm yang memudahkan petani memonitor pekerjaan langsung menggunakan alat tersebut. Aplikasi ini dapat dimiliki petani secara cuma-cuma dengan melakukan pembelian produknya itu.
"Produk ini kita tawarkan terpisah dengan perlengkapan lainnya. Namun untuk tiap paketnya yakni mulai dari baterai, adaptor pengecasan dan genset khusus kita bandrol mulai dari Rp178-300 jutaan," tutur Gordon.
Pada gelaran SIEXPO yang ketiga di Pekanbaru ini, Gordon melihat antusias petani maupun perusahaan sawit cukup bagus untuk produknya tersebut.
"Kegiatan SIEXPO ini sangat membantu kami untuk memperkenalkan produk. Memang biasanya jual beli itu terjadi justru setelah pameran. Seperti tahun lalu, pasca expo selesai baru berdatangan konsumen untuk membeli produk kita ini," jelasnya.
"Harapan kita, expo ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Kemudian semakin banyak menggandeng petani sawit. Sehingga petani terus melek teknologi di perkebunan sawit," tandasnya.














