PALEMBANG, SAWIT INDONESIA - Kebutuhan minyak nabati global yang terus meningkat di tengah keterbatasan lahan baru mendorong pelaku industri perkebunan untuk mengoptimalkan potensi lahan yang ada. Mengatasi tantangan tersebut, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menerapkan strategi sustainable intensification (intensifikasi berkelanjutan) untuk mendongkrak produktivitas kelapa sawit di lahan suboptimal secara bertanggung jawab.
Strategi tersebut dipaparkan oleh Direktur Agronomy and Sustainability PT Astra Agro Lestari Tbk, Dr. Bandung Sahari, saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-14 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya (Unsri), Selasa (20/10/2026).
Dalam forum bertema “Kemandirian Pangan dan Energi dengan Mengoptimalkan Produktivitas Kelapa Sawit di Lahan Suboptimal secara Berkelanjutan” tersebut, Bandung menekankan krusialnya pendekatan site-specific plantation management atau pengelolaan perkebunan spesifik lokasi.
"Setiap jenis lahan memiliki karakteristik dan faktor pembatas yang berbeda. Kuncinya adalah menerapkan strategi yang sesuai dengan karakteristik lahan, mulai dari pemilihan varietas unggul, perbaikan kondisi tanah melalui amelioran, pemanfaatan pupuk hayati, hingga pengelolaan tata air yang tepat," terang Bandung Sahari.
Poin-poin utama rincian 4 strategi AALI, penguatan riset benih bersertifikasi ISO, serta pandangan akademisi Unsri meliputi:
Empat Pilar Strategi Pengelolaan Lahan Suboptimal:
- Varietas Unggul: Penggunaan bahan tanam adaptif berdaya hasil tinggi.
- Amelioran Tanah: Aplikasi bahan pembenah tanah untuk mengoreksi keterbatasan sifat fisik dan kimia tanah.
- Pupuk Hayati: Perbaikan mikrobiologi dan kesehatan tanah secara alami.
- Tata Air Presisi (Water Management): Pengaturan muka air tanah pada lahan gambut dan pasang surut menggunakan infrastruktur pintu air, saluran limpasan, rumah pompa, serta piezometer guna mencegah oksidasi, subsidensi, dan risiko Karhutla.
Penguatan Riset dan Sertifikasi Mutu Benih ISO 9001:2015:
- Komitmen AALI dalam menyediakan benih berkualitas dibuktikan melalui anak usahanya, PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi.
- Perusahaan secara resmi mengantongi sertifikasi Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015 dari PT TÜV NORD Indonesia yang mencakup seluruh tahapan riset, pemuliaan, produksi, hingga pemasaran kecambah kelapa sawit.
Sinergi Akademisi dan Industri (Unsri):
- Ketua Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Unsri, Prof. Dr. Ir. Siti Herlinda, M.Si., mengapresiasi kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan praktisi industri.
- Menurut Herlinda, formulasi teknologi agronomi spesifik lokasi sangat dibutuhkan agar hasil riset akademis dapat diterapkan secara nyata di lapangan guna mendukung daya dukung lingkungan dan kemandirian energi nasional.
Selaras dengan Astra Agro Sustainability Aspirations 2030:
- Langkah intensifikasi di lahan suboptimal ini berjalan sejajar dengan target keberlanjutan perusahaan melalui kerangka Triple-P Roadmap: Portfolio, People, dan Public Contribution, yang ditopang oleh tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Melalui kombinasi inovasi riset, pengelolaan tata air presisi, dan strategi spesifik lokasi, PT Astra Agro Lestari Tbk membuktikan bahwa lahan suboptimal bukan sekadar hambatan agronomis, melainkan peluang strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan bioenergi nasional secara berkelanjutan.
Sumber: astra-agro.co.id














