• Jumat, 25 September 2026
Berita Terbaru

Siaga Darurat Karhutla & Kekeringan Ekstrem, Pemkab PPU Guyur Dana BTT Rp107 Juta untuk Gercep Penanganan

Penajam Paser Utara, SAWIT INDONESIA - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah proaktif dengan mengalokasikan sebagian dana dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) guna menghadapi insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan ekstrem yang melanda wilayahnya.

Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dukungan finansial yang sigap dalam menanggulangi kondisi darurat di tengah dominasi cuaca panas dan minimnya curah hujan, demi menjaga keselamatan serta kesejahteraan masyarakat luas.

Penyerapan Anggaran Masih Terbatas

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, menjelaskan bahwa sejauh ini penyerapan anggaran darurat tersebut masih tergolong relatif terbatas mengingat operasi penanganan di lapangan masih dapat diatasi secara optimal menggunakan ketersediaan sumber daya yang ada.

Saat dikonfirmasi mengenai besaran dana yang telah dikucurkan, Tohar memaparkan estimasi angka penyerapan dari pemerintah daerah.

“Kalau kita ambil dari BTT, kurang lebih ini baru ada Rp107 juta mungkin,” ujarnya, Jumat (4/9/2026).

Jumlah tersebut tercatat masih jauh di bawah total keseluruhan pagu anggaran BTT yang disiapkan secara khusus oleh Pemkab PPU untuk mengantisipasi berbagai situasi krisis, yang nilainya mencapai sekitar Rp5 miliar. Pemerintah berharap eskalasi bencana tidak meluas sehingga kebutuhan anggaran penanganan tidak membengkak.

“Semoga cuma itu ya,” tambah Tohar penuh harap.

Fokus Distribusi Air Bersih dan Mitigasi Berkelanjutan

Di samping fokus memadamkan titik-titik karhutla, tantangan nyata lain yang dihadapi pemda adalah mengatasi dampak ikutan dari musim kemarau panjang, yakni pemenuhan kebutuhan distribusi air bersih bagi warga di sejumlah wilayah terdampak. Kombinasi cuaca panas menyengat dan menipisnya pasokan air menuntut kesiapan ekstra dari jajaran pemerintah.

Menghadapi situasi yang dinamis ini, Pemkab PPU memastikan bahwa seluruh jajaran terkait akan terus menggalakkan langkah-langkah mitigasi secara berkelanjutan guna melindungi warga dari ancaman krisis lingkungan.

Sumber: tribunnews.com







Artikel Terkait