• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Sektor Sawit Butuh SDM yang Kompeten dan Terampil

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA - Industri kelapa sawit di Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dengan skill tinggi dan terampil. Hal tersebut disampaikan Dr. Purwadi , Direktur Pusat Sain Kelapa Sawit (PSKS) - INSTIPER Yogyakarta, saat menyampaikan sambutan di acara Workshop Sumber Daya Manusia Industri Perkebunan Kelapa Sawit dengan tema "Penyiapan SDM dalam Mendukung Keberlanjutan Perkebunan Kelapa Sawit", di INSTIPER Yogyakarta, pada Selasa (9 Desember 2025).

Dikatakan Dr. Purwadi, maka lembaga penyelenggara (perguruan tinggi) harus bisa menjawab tantangan tersebut. Mengingat sektor industri kelapa sawit di Indonesia menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Untuk itu, perguruan tinggi terlebih yang fokus pada sektor perkebunan kelapa sawit harus siap mendidik SDM yang siap kerja di kebun dengan karakter kuat. Seperti yang sudah dilakukan INSTIPER Yogyakarta" , katanya.

"Terkait dengan kebutuhan SDM di industri kelapa sawit sudah menjadi kajian dari Pusat Sain Kelapa Sawit (PSKS) - INSTIPER Yogyakarta sejak awal didirikan. Namun seiring perkembanganya pada 2019, masuk pada kajian kebijakan tentu masih ada kaitannya dengan SDM di industri kelapa sawit," imbuh Dr.. Purwadi.

Seperti diketahui, SDM manusia faktor penting dalam mendukung suatu keberlanjutan tak terkecuali di sektor industri kelapa sawit, yang berperan besar pada perekonomian nasional dan daerah. Mengingat, industri kelapa sawit memiliki ekosistem besar yang mampu menyerap tenaga kerja cukup besar. Dari data yang ada, lebih dari 12 juta orang bekerja di sektor industri sawit, baik langsung maupun tidak langsung. Maka, tidak heran keberlanjutan industri sawit menjadi keniscayaan yang perlu didukung SDM yang kompeten dan terampil.

Lebih lanjut, Dr. Purwadi, menegaskan ingin mengajak pelaku usaha industri kelapa sawit dengan stakeholder untuk menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri kelapa sawit Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana mengatakan SDM jadi kata kunci sebuah keberhasilan suatu negara, tak terkecuali industri Kelapa sawit dan sektor pertanian berkelanjutan.

"Bahwa kualitas SDM adalah faktor penentu kemajuan bangsa. “Ada banyak negara kecil yang jauh lebih maju dan sejahtera dibandingkan kita. Padahal mereka tidak punya sawit, tidak punya sumber daya alam melimpah seperti Indonesia. Yang membedakan adalah kualitas manusianya,” katanya.

"Untuk itu, kami terus berinovasi dalam pembelajaran untuk mempersiapkan SDM di sektor kelapa sawit dengan langkah-langkah strategis. Salah satu dengan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang saat ini berkembang," katanya.

Selanjutnya, Dr. Harsawardana menjelaskan bahwa perguruan tinggi perkebunan tidak lagi cukup hanya menghasilkan sarjana dengan pengetahuan teori. Dunia kerja menuntut lebih: skill yang langsung dapat diterapkan, kecakapan inovasi, dan karakter yang tangguh.

“Sejak awal tradisi STIPER dibangun dari filosofi itu. Alumni kami dikenal siap kerja, bukan hanya siap belajar. Kini kami ingin melangkah lebih jauh,” jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, INSTIPER Yogyakarta semakin sering dilibatkan dalam agenda besar peningkatan sumber daya manusia sektor perkebunan. Kepercayaan itu, mendorong untuk merumuskan terobosan baru dalam sistem pembelajaran, mempersiapkan model pendidikan yang lebih kontekstual dengan teknologi kebun modern, mekanisasi, keberlanjutan, dan ekonomi hijau.

Artikel Terkait