Padang, SAWIT INDONESIA - Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) IPB bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar Workshop Hilirisasi Minyak Sawit Menjadi Produk Oleopangan, Oleokimia, dan Biofuel: Peluang dan Tantangan, di Padang, Kamis (4/7/2024).
Ketua Pelaksana Workshop Erliza Hambali menegaskan, bahwa kelapa sawit adalah anugerah dari untuk seluruh wilayah Indonesia. Kelapa sawit memberikan banyak manfaat, tidak hanya dari segi devisa bagi negara, tetapi juga membuka lapangan kerja yang sangat luas.
“Perkebunan sawit memang masih memiliki banyak masalah. Namun, setiap masalah tentu ada solusinya. Dengan kerjasama, kita bisa menyelesaikan masalah tersebut. Banyak perguruan tinggi yang bisa dilibatkan untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkap Erliza.
Kegiatan ini merupakan kegiatan tahun kedua di mana pada tahun sebelumnya telah dilaksanakan rangkaian dari kegiatan Workshop di tiga kota yaitu Pekanbaru (14 November 2023), Medan (21 November 2023) dan Palangkaraya (28 November 2023).
Pada tahun 2024 dilaksanakan di enam Kota yaitu Palembang (26 Juni 2024), Jambi (2 Juli 2024), Padang (5 Juli 2024), Pontianak (9 Juli 2024), Samarinda (11 Juli 2024) dan Palu (15 Juli 2024).
Erliza menekankan, pentingnya minyak sawit yang memiliki sejuta kebaikan dan manfaat. Hal ini harus disebarkan ke banyak pihak untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui hilirisasi produk.
“Nilai tambah minyak sawit sangat besar dan beragam. Saya yakin, ada sejuta kebaikan yang bisa dihasilkan dari kelapa sawit ini. Hingga kini, sudah ada 20 perguruan tinggi di Indonesia yang kita ajak bekerja sama untuk pengembangan teknologi hilirisasi minyak sawit,” jelas Erliza sebagaimana dikutip dari infopublik.
Di dalam workshop ini juga mendorong proses karbonisasi Tandan Kosong Kelapa Sawit yang tepat dan efisien, memberikan informasi karakteristik dan potensi Biochar (Karbon) Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Soil Conditioner untuk meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi pemupukan pada perkebunan sawit, memberikan gambaran manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan terkait pemanfaatan Biochar Tandan Kosong Kelapa Sawit. Selanjutnya, diberikan juga gambaran estimasi penurunan emisi CO2 melalui pemanfaatan Biochar sebagai Soil Conditioner pada perkebunan kelapa sawit.
Prof. Erliza menjelaskan bahwa ada 26 provinsi penghasil sawit di Indonesia, dengan 20 provinsi terbesar. Oleh karena itu, IPB mengajak banyak universitas untuk mengembangkan penelitian guna memperbanyak hilirisasi sawit.
"Jika semua pihak, termasuk dosen, peneliti, hingga mahasiswa, ikut memikirkan bagaimana mencapai tujuan kebaikan dari sejuta kebaikan sawit, maka hasilnya akan cepat berputar dan menghasilkan produk-produk yang bermanfaat," kata Erliza.














