• Jumat, 2 Oktober 2026
Artikel

SATU DEKADE PENGEMBANGAN SDM PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit(BPDPKS) telah bertransformasi menjadi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dengan penambahan dua komoditi kelapa dan kakao. Keberhasilan dalam pengelolaan komoditas kelapa sawit oleh BPDPKS, akan diterapkan untuk dua komoditas baru yaitu kelapa dan kakao melalui program-program yang sama yang telah dilakukan pada komoditas kelapa sawit. Salah satu program yang diselenggarakan adalah Pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015 ketika pertama kali BPDPKS dibentuk. Program ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, kemandirian dan dedikasi pekebun, tenaga pendamping dan masyarakat perkebunan kelapa sawit lainnya.

Dua kegiatan yang dilaksanakan adalah Pelatihan dan Pendidikan (Beasiswa).Program Pelatihan diberikan bagi pekebun, keluarga pekebun, penyuluh, tenaga pendamping dan masyarakat sekitar kebun. Terdapat 11 jenis pelatihan yang telah dilakukan yaitu pelatihan teknis (Teknis Budidaya Kelapa Sawit, Panen dan Pascapanen,Informasi Pasar dan Promosi, Pengelolaan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit) pelatihan manajerial (Penumbuhan Kebersamaan Pekebun, Penguatan Kelembagaan, Pengembangan Kelembagaan dan Usaha, Kepemimpinan dan Komunikasi) dan pelatihan kewirausahaan (Manajemen dan Administrasi Keuangan).

Program Pendidikan diberikan bagi pekebun, keluarga pekebun dan sumberdaya manusia lainnya antara lain karyawan/pekerja pada usaha budidaya dan/atau pengolahan hasil Perkebunan Kelapa Sawit, keluarga karyawan/pekerja pada usaha budidaya dan/atau pengolahan hasil Perkebunan Kelapa Sawit, keluarga karyawan/pekerja pada usaha budidaya dan/atau pengolahan hasil Perkebunan Kelapa Sawit. Terdapat 5 jenjang Pendidikan yang diberikan bantuan beasiswa yaitu Diploma1, Diploma 2, Diploma 3, Diploma 4 dan Sarjana (S1).Program Pendidikan (Beasiswa) ini dilakukan melalui kerjasama dengan kampus-kampus yang mempunyai program studi budidaya/pemeliharaan tanaman kelapa sawit, teknologi pengolahan kelapa sawit, teknik kimia, teknik mesin/perbaikan mesin, teknik informatika, manajemen logistik dan akuntansi yang sudah disusun kurikulumnya dengan materi kelapa sawit.

Realisasi Program Pengembangan SDMPKS

Pada awal pelaksanaan program Pendidikan Beasiswa tahun 2016 Lembaga yang terlibat hanya 3 lembaga Pendidikan, yaitu Akademi Komoditas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), Politeknik LPP, Politeknik Citra Widya Edukasi (CWE) dengan jumlah penerima beasiswa 330 orang. Selama hampir satu dekade sampai tahun 2025 lembaga Pendidikan yang terlibat menjadi 24 Lembaga Pendidikan dari 10 provinsi di Indonesia dengan jumlah penerima beasiswa menjadi 9.265 orang. Lembaga Penyelenggara Pendidikan tersebut adalah Provinsi Aceh (Politeknik Aceh, Politeknik Aceh Selatan dan Politeknik Indonesia Venezuela), Provinsi Sumatera Utara (Institut Teknologi Sawit Indonesia, Politeknik Teknologi Kimia Industri, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Univesrsitas Prima Indonesia, dan Universitas Islam Sumatera Utara), Provinsi Riau (Politeknik Kampar, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan, Politeknik Caltex Riau dan Universitas Pasir Pengaraian), Provinsi Sumatera Barat (Politeknik ATI Padang), Provinsi Jambi (Politeknik Jambi) Provinsi Jawa Barat (Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, InstitutTeknologi Sains Bandung, Sekolah Vokasi IPB, Universitas Koperasi Indonesia), Provinsi Jawa Tengah (Sekolah Vokasi Universitas Dipenogoro) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta, Politeknik LPP dan Institut Pertanian Stiper), Provinsi Sulawesi Selatan (Politeknik ATI Makassar) dan Provinsi Papua Barat (Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari).

Dukungan pendanaan Beasiswa Pendidikan SDM PKS yang telah diberikan terdiri atas Program D1/D2 sebanyak 3.200, Program D3 sebanyak 3.345 orang dan Program D4/S1 sebanyak 2.720 orang. Setiap tahun jumlah penerima beasiwa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada awal tahun 2016 sampai dengan 2018 pemberian beasiswa hanya untuk program Diploma 1, Diploma 3.Tahun 2019 program Diploma 4 mulai diberikan dan sejak tahun 2021 beasiswa juga diberikan untuk program Diploma 2 dan Sarjana (S1).

Lulusan dari Program beasiswa sampai dengan tahun 2024 sebanyak 4.410 orang yang terdiri atas Program D1/D2 sebanyak 2.630 orang, Program D3 sebanyak1.545 dan Program D4/S1 sebanyak 235 orang. Lulusan dari program beasiswa ini telah berkontribusi pada industri kelapa sawit Indonesia. Hampir sebagian besar lulusan dari program beasiswa ini bekerja di perusahaan kelapa sawit atau bekerja mengelola kebun milik orang tuanya. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Sawit Center Indonesia, serapan dari lulusan mahasiswa program beasiswa BPDP yang bekerja di Perusahaan Kelapa Sawit sebesar 60%, bekerja di kebun sendiri/milik orang tua sebesar 33%, melanjutkan pendidikan 4% dan wirausaha sebesar 3%.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 164)

Artikel Terkait