Head of Human CapitalPT Bumitama Gunajaya Agro, Agus Sutrisno memberikan saran bagi pembuatan kurikulum dan institusi pendidikan. Bicara cakupan pekerjaan di industri sawit banyak sekali tidak semua ada SKKNI.
“Jadi institusi pendidikan (penyedia SDM sawit) harus memperluas wawasan pekerjaan-pekerjaan baru yang muncul di industri sawit. Sehingga, nantinya lulusannya tidak ketinggalan zaman atau match dengan kebutuhan di industi sawit,” jelasnya, dalam keterangan melalui pesan singkat.
“Misalnya mengenai pemanfaatan drone mengenai IOT, mengenai identifikasi warna untuk kematangan buah untuk sensus, Interactive Maps, pengembangan mobile apps, dan lainnya,” sambung Agus.
Lebih lanjut, ia menambahkan ada beberapa pekerjaan yang belum masuk pada SKKNI. Misalnya sistem control, sistem administrasi, sistem pelaporan.
“Maka, institusi pendidikan dan tim pengajar (dosen) harus banyak terjun kelapangan. Melihat laju kebutuhan bisnis (industri sawit) sehingga bisa membuat program studi dan konsentrasi kurikulum benar-benar match dengan kebutuhan di lapangan di industri sawit,” tambah Agus.
Seperti diketahui, di industri sawit saat ini sudah memasuki era digital dan outomasi mekanisasi. Beberapa perusahaan sudah menggunakan teknologi terkini untuk mendukung operasional di kantor maupun di lapangan (kebun).
Terkait hal tersebut, Agus mengungkapkan, saat di perkebunan sedang giat pasang sensor, chip dan mengimplementasikan IoT.
“Sehingga institusi pendidikan terutama yang fokus di perkebunan kelapa sawit harus mulai mengarah pada pengenalan automasi mekanisasi, AI, IoT yang sudah digunakan di industri sawit. Jangan hanya diajarkan cara nanam cara merawat dan cara panen, itu sudah using,” ungkapnya. “Belum lagi mengenai kompetensi soft skill harus ditanamkan dan dikembangkan oleh mahasiswa. Sebab, sudah banyak pekerjaan dikerjakan oleh mesin, dibantu AI dan pemanfaatan IoT, maka soft skill menjadi penting seperti communication, human touch dan lainnya yang tidak bisa diganti mesin sehingga harus menjadi kekuatan SDM,” imbuh Agus mengakhiri pesan singkatnya.














