• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Sapi di Perkebunan Kelapa Sawit Terjangkit PMK

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Pemerintah Provinsi Riau dalam waktu dekat akan kembali melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Riau. Langkah ini dinilai penting untuk melindungi hewan ternak di wilayah Riau dari ancaman penyakit yang sangat menular ini.

Namun untuk pelaksanaan vaksinasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau masih menunggu giliran kiriman vaksin dari pemerintah pusat.

“Kami masih menunggu kiriman vaksin dari pusat,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau, drh Faralinda Sari, Minggu (12/1/2025).

Faralinda menyebutkan, tahun ini Riau mendapat alokasikan 53.600 dosis vaksin PMK untuk tahun 2025. Namun, jadwal pengirimannya belum dipastikan.

“Karena Riau bukan termasuk daerah dengan kasus PMK tinggi, sehingga pemerintah pusat memprioritaskan pengiriman vaksin ke provinsi lain yang memiliki lebih banyak kasus,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya berharap vaksin segera tiba agar pelaksanaan vaksinasi bisa segera dimulai.

“Mudah-mudahan vaksinnya cepat dikirim, supaya kita bisa langsung jalankan vaksinasinya. Dengan begitu, penyebaran penyakit pada ternak, khususnya sapi, bisa dicegah,” tambahnya.

Fara mengungkapkan awal tahun ini, Dinas PKH Riau mencatat dua kasus PMK. Kedua kasus tersebut ditemukan di Desa Kembang Indah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

“Sapi yang terjangkit PMK merupakan sapi yang dilepasliarkan di perkebunan kelapa sawit, bukan sapi yang dikandangkan. Namun, sudah dilakukan pengobatan oleh dokter hewan dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) setempat,” ungkap Faralinda.

Penyakit Mulut dan Kuku merupakan penyakit menular pada hewan ternak seperti sapi, kambing, dan kerbau. Penyakit ini bisa menyebar dengan cepat, terutama melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas PKH juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar ternak. Selain itu, peternak diimbau untuk tidak memindahkan ternak ke daerah lain tanpa pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu guna mencegah penyebaran virus ke wilayah lain.

Ia juga mengimbau para peternak untuk tetap waspada dan segera memvaksinasi ternaknya.

“Walaupun ternak tidak menunjukkan gejala PMK, ada kemungkinan penularan ke ternak lainnya. Vaksinasi dapat meningkatkan daya tahan tubuh ternak, sehingga tidak mudah terpapar virus,” tegasnya.

Dengan upaya vaksinasi yang terencana, Dinas PKH Riau berharap penyebaran PMK dapat diminimalkan dan sektor peternakan tetap terjaga.

Sumber: mediacenter.riau.go.id

Artikel Terkait