• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Sambut Hari Tani Nasional, APKASINDO Sulteng Dukung Pemerintahan Prabowo, Minta PSR Dipermudah Pendanaannya

Morowali, SAWIT INDONESIA - Dalam rangka Hari Tani Nasional, Pengurus dan anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Sulawesi Tengah memiliki harapan besar kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami mendukung pemerintah Prabowo dalam rangka program sawit keberlanjutan yang berpihak dan mensejahterakan petani sawit,” ujar Ketua DPW APKASINDO Sulawesi Tengah, Siswanto, SP, CAPO.

“Namun berkaitan beasiswa sawit banyak anak-anak Sulawesi Tengah yang tidak lolos karena tim server admin di Ditjen Perkebunan sulit dihubungi melalui pesan dan sambungan telepon. Padahal anak petani petani ingin menanyakan kelengkapan syarat dokumen dan lainnya, sehingga banyak yang gagal di persyaratan dokumen,” kata Siswanto.

“Terkait Perpres no 5 tahun 2025 tentang satgas PKH, petani sawit di Sulawesi Tengah merasakan situasi kondusif karena tidak ada pemasangan plang atau patok kecuali beberapa perusahaan BUMN maupun swasta yang masuk kawasan hutan sudah terkena pemasangan plang,” ujar Siswanto.

Sedangkan berkaitan program PSR dan sarana prasarana perlu di gass pool untuk wilayah Sulawesi Tengah mengingat serapan masih kecil. Selanjutnya, perlu disosialisasikan kepada petani agar dapat mengajukan program tersebut secara mandiri tanpa bergantung dengan keterbatasan dinas yang sekarang banyak efisiensi anggaran sehingga kurang kegiatan pendataan,” jelasnya.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) telah menyuarakan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang memiliki perhatian besar bagi kesejahteraan dan kedaulatan petani termasuk petani sawit. Dukungan ini disampaikan Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung,M.P., C.IMA, C.APO, dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional pada 24 September.

“Petani sawit memiliki harapan besar kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Saat ini, petani sawit menghadapi tantangan luar biasa dari aspek kepastian legalitas, harga TBS, dan infrastruktur. Tapi, kami optimis Presiden Prabowo akan memberikan solusi terkait persoalan ini,” urai Doktor Ilmu Lingkungan Sawit Universitas Riau ini.

Gulat Manurung menyampaikan bahwa petani sawit tidak akan turun ke jalan untuk demonstrasi dalam rangka menyambut Hari Tani Nasional. Arahan ini telah disampaikan kepada 17 juta petani sawit melalui jaringan APKASINDO yang berjenjang dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di tingkat provinsi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di tingkat kabupaten/kota, dan Dewan Pimpinan Unit (DPU) di kecamatan.

Arahan tidak melakukan demonstrasi ini bertujuan memberikan stabilitas keamanan sosial, politik, dan ekonomi bagi pemerintah. Selain itu, APKASINDO ingin memberikan kenyamanan dan situasi kondusif bagi masyarakat untuk bekerja dan beraktivitas.

“Kami tegaskan kepada seluruh petani sawit APKASINDO supaya tidak ikut demonstrasi di Hari Tani Nasional. Mari kita jaga situasi kondusif di tengah-tengah masyarakat. Tetap bekerja di kebun sebagai dukungan membantu ketahanan pangan dan energi berbasis sawit,” ujar Gulat Manurung yang juga Dewan Pakar Laskar Prabowo ini.

Arahan ini disampaikan langsung oleh Gulat Manurung didampingi Sekjen DPP APKASINDO, Dr. Rino Afrino, ST., MM serta Ketua Harian Gus Dalhari Harahap, melalui Rapat Koordinasi Nasional secara zoom (daring), rapat tersebut dihadiri 25 Ketua DPW APKASINDO dan Perwakilan dari 164 DPD APKASINDO Kabupaten Kota se Indonesia, Selasa (23/09).

Artikel Terkait