• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

SAMADE Sampaikan Manfaat Sawit Kepada Civitas Universitas HKBP Nommensen

MEDAN, SAWIT INDONESIA - Wakil Sekretaris DPP Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Muchtar Sinaga, SP. MM, menguraikan dampak positif kelapa sawit kepada ratusan mahasiwa & fungsionaris Fakuktas Pertanian Univ. HKBP Nommensen Medan di Porlak Simalingkar B, Medan-Sumatera Utara (15 Oktober 2022) disaat acara Inagurasi dan pembekalan mahasiswa baru TA 2022-2023. Muchtar menyampaikan, kontribusi devisa atas ekspor sawit kepada negera, cukup signifikan. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), semester I-2020, devisa yang disumbang sawit mencapai US,06 miliar. Tahun ini, meski ada pandemi COVID-19, kontribusi dari ekspor sawit diperkirakan tak beda jauh dari perolehan 2019 atau sebesar US,2 miliar. Karena itu peranan kelompok milenial akan sangat penting dalam menentukan masa depan sawit. "Selain itu, ada 2,4 juta petani dan 2,6 pekerja sawit yang bergantung dari bisnis ini. Ada pula ribuan produk berbahan baku sawit serta turunannya yang kita nikmati sehari-hari. Nah, teman-teman milenial harus sadar akan hal ini, terang Muchtar Sinaga. Saat ini, lanjut Muchtar, SAMADE tetap melakukan sosialisasi kepada petani sawit dan gerakan pemberdayaan kelompok dalam menciptakan produk unggulan dari kelapa sawit melalui UMKM. SAMADE membantu pentani swwit untuk menggenjot produktivitas sawit petani melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta berbagai program pelatihan untuk petani. "Khusus PSR, pemerintah melalui dana BPDPKS membantu petani sebesar Rp30 juta per hektar. Dalam program peremajaan sawit, kita ingin petani gunakan bibit unggul. Sesuai Good Agricultural Practices (GAP)," terangnya. Muchtar menambahkan, saat ini banyak isu miring bertujuan untuk menjauhkan konsumen dari segala macam produk berbahan baku sawit. Di baliknya ada perang dagang. "Industri minyak nabati dari luar negeri khususnya Eropa dan AS, sangat terganggu dengan kehadiran minyak sawit dari Indonesia. Karena, minyak sawit Indonesia lebih unggul dan ramah lingkungan. Sehingga diharapkan generasi milenial jangan mudah percaya dengan isu yang berkembang atau berita hoax. Melalui kegiatan forum ini, DPP SAMADE mewariskan kepada generasi muda indonesia untuk mengetahui pemahaman sawit itu baik dan berkelanjutan (sustainable). Kelapa sawit itu ibaratnya bidadari yang selalu menjadi bahan julid atau bully. Padahal, manfaatnya bagi kehidupan kita sangat besar. Sebagai bahan baku handsanitizer, sabun kesehatan, kosmetik, minyak goreng hingga bahan bakar kendaraan dan pembangkit lsitrik," ujarnya. Ketua Panitia Inagurasi FAPERTA UHN Ir. Bangun Tampubolon, MS (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan) didampingi Ir. Benikha Naibaho, MSi (Dekan), Prof Ferisman Sitindaon, Dr. Parlindungan Lumbanraja, Dr. Hotman Manurung dan Ketua BEMF menyambut gembira atas penyampaian DPP SAMADE tentang Sawit baik. “Kami akan lebih mendalami lagi nantinya di kampus sehingga hal ini bisa tertuang dalam kurikulum fakultas pertanian. Sehingga hal-hal yang negatif tentang kelapa sawit yang dilontarkan berbagai pihak baik internal kita maupun uni eropa (UE) dapat ditepis oleh para mahasiwa atau generasi milenial yang akan melanjutkan perjuangan tentang sawit berkelanjutan. Semoga perjuangan SAMADE tentang pemahaman sawit itu baik dapat diwariskan dan bermanfaat kepada generasi milenial Indonesia,” pungkas Bangun Tampubolon.

Artikel Terkait