Jakarta, SAWIT INDONESIA – Kepengurusan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Kalimantan Timur 2024-2029 telah disahkan untuk menjaga keberlanjutan industri di provinsi berjuluk Bumi Etam ini. Di periode ini, Rachmat Perdana Angga didaulat menjadi Ketua GAPKI Kalimantan Timur.
Pelantikan pengurus GAPKI Kaltim 2024-2029 dilakukan secara langsung oleh Eddy Martono, Ketua Umum GAPKI. Hadir pula dalam acara ini antara lain Penjabat Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Akmal Malik.
“Kami harapkan GAPKI Kaltim dapat membangun kebersamaan secara kelembagaan maupun mitra usaha agar terbangun sinergi yang baik,” ujar Akmal Malik.
Ketua Umum GAPKI Pusat Eddy Martono menjelaskan bahwa posisi GAPKI menjadi mitra pemerintah dan senantiasa membangun koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah.terkait kebijakan dan kegiatan di masyarakat.
Kepada pengurus yang baru dilantik, Eddy berpesan menjalankan program kerja dan kegiatan utama organisasi, seperti percepatan PSR dan ISPO, jalur kemitraan, fasilitasi kebun rakyat 20 persen dan advokasi kebun sawit dalam kawasan hutan.
Eddy juga meminta jajaran pengurus memastikan program kerja yang sudah disepakati dilaksanakan dengan baik.
Terkait pelantikan ini, Rachmat Perdana Angga berpesan kepada pengurus,”Ayo kita bergandeng tangan, kuatkan barisan menjaga kekompakan dan kesolidan kita dalam menghadapi ini.”
“Bersama-sama kita pikirkan bagaimana agar GAPKI menjadi lebih baik dan dirasakan oleh anggota nya, karena GAPKI itu dari Anggota oleh Anggota dan untuk Anggota,” urainya.
Rachmat Perdana Angga menyebutkan sekarang ini industri sawit yang kita cintai telah berkembang pesat di Indonesia pada umumnya dan provinsi Kalimantan Timur pada khususnya. Tetapi perkembangan tersebut berbanding lurus juga dengan problematika yang kita hadapi baik dari dalam maupun luar negeri.
“Mari kita semua bersatu untuk menghadapi the real enemy of our palm oil industry. Semua teman, semua kawan dan saya membutuhkan peran serta bantuan teman-teman semua,” pungkasnya.














