JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berhasil bangkit (rebound) tipis pada perdagangan Kamis (24/9/2026) pagi, menghentikan tren pelemahan selama empat hari berturut-turut. Berdasarkan data Refinitiv pukul 09.00 WIB, harga CPO acuan menguat 0,52 persen ke posisi MYR4.793 per ton setelah sempat tertekan hingga MYR4.768 per ton pada sesi sebelumnya.
Sentimen positif tepercik dari kebijakan Pemerintah India yang resmi memangkas bea masuk minyak nabati—termasuk CPO, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari—guna meredam inflasi pangan domestik menjelang puncak musim festival (September–November). Total bea masuk CPO mentah di India dipangkas signifikan dari 16,5 persen menjadi 11 persen.
Pemotongan tarif oleh importir sawit terbesar dunia tersebut membawa angin segar bagi eksportir Indonesia dan Malaysia. Pembelian yang sempat tertahan diperkirakan bakal kembali melonjak seiring tingginya konsumsi India selama musim festival.
Kendati demikian, laju kenaikan harga CPO masih dibayangi sejumlah tantangan teknis dan fundamental:
- Sisi Pasokan: Stok CPO Malaysia diproyeksikan menembus level psikologis 3 juta ton pada akhir September seiring dimulainya siklus puncak produksi (peak production phase).
- Persaingan Ketat: Pemangkasan bea masuk minyak bunga matahari di India relatif lebih besar, berisiko mengikis sebagian porsi pasar CPO jika selisih harga tidak kompetitif.
- Proyeksi Teknikal: Analis komoditas Reuters, Wang Tao, memproyeksikan CPO berada di area resistance MYR4.799 per ton. Jika gagal menembus level tersebut, harga berisiko kembali melandai menguji support di MYR4.732 per ton.
Meski pemangkasan tarif di India membuka kran ekspor baru bagi produsen CPO Indonesia, tingginya tingkat persediaan di negara produsen diprediksi masih akan membatasi ruang kenaikan harga dalam jangka pendek.
Sumber: cnbcindonesia.com














