Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - Di sebuah sekolah di Pekanbaru, harapan tumbuh setiap hari.Harapan untuk belajar, berkembang, dan menatap masa depan yang lebih cerah.
Dari ruang-ruang kelas yang sederhana, semangat itu terus dipupuk dengan cara yang berbeda. Di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sri Mujinab, lebih dari seratus anak-anak istimewa menjalani proses pendidikan yang tidak biasa. Mereka belajar melalui bahasa isyarat, sentuhan, kesabaran, serta ketekunan yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang.
Namun hasil dari proses itu tidak pernah bisa dipandang sebelah mata. Perlahan tetapi pasti, rasa percaya diri para siswa terus tumbuh. Perhatian, kasih sayang, serta kesabaran luar biasa dari para tenaga pendidik membantu membentuk karakter mereka menjadi lebih mandiri.
Suasana penuh semangat itulah yang dirasakan saat Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, bersama Ketua Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PTPN IV PalmCo, Lina Jatmiko, mengunjungi sekolah tersebut di Pekanbaru, Riau, pada Selasa (10/3/2025) pagi.
Kunjungan tersebut disambut dengan keceriaan para siswa di sekolah yang telah berdiri sejak 1981 itu. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso serta Ketua IKBI Regional III Erna Bambang.
“Assalamualaikum. Selamat pagi anak-anak,” sapa Jatmiko didampingi Lina Jatmiko saat memasuki ruang kelas 3B SMP.
Di ruangan tersebut terdapat enam siswa SLB tingkat menengah pertama dengan disabilitas tuna rungu. Kehadiran mereka disambut hangat oleh para pelajar yang tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar. Para siswa tampak percaya diri ketika mencoba berkomunikasi dengan Jatmiko.
Salah satu siswa bernama Zahra, yang mengenakan hijab, kemudian memperagakan cara berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat di depan kelas. Ia memperkenalkan abjad hingga merangkai kata agar dapat digunakan dalam percakapan. Sesekali terdengar tawa kecil dari para siswa ketika gerakan tangan sang direktur belum sepenuhnya tepat.
Namun dari momen sederhana itu tercipta kehangatan—sebuah pertemuan yang mempertemukan dunia korporasi dengan anak-anak yang belajar memahami kehidupan melalui cara yang berbeda. Suasana serupa juga terlihat saat rombongan mengunjungi para siswa tuna netra dan anak-anak dengan down syndrome. Mereka tampil percaya diri, menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.
"Adik-adik harus tetap semangat ya. Bapak dan ibu yakin, Insya Allah, adik-adik semua akan sukses," pesan Jatmiko.
Kehadiran PTPN IV PalmCo bersama IKBI di sekolah tersebut merupakan bagian dari upaya menumbuhkan harapan bagi anak-anak istimewa.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “PTPN IV PalmCo Bersama IKBI Wujudkan Cita-Cita Anak Istimewa Harapan Bangsa”, perusahaan di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) itu menyalurkan berbagai bantuan. Bantuan tersebut meliputi komputer dan printer untuk mendukung proses belajar mengajar, serta peralatan keterampilan menjahit seperti mesin jahit portable, mesin obras, papan setrika, dan manekin latihan.
“Setiap anak memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” kata Jatmiko.
Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan inklusif merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain perangkat komputer dan peralatan menjahit, PalmCo juga memberikan perlengkapan olahraga berupa set bola voli dan papan catur. Tak hanya itu, bantuan peralatan keterampilan pertukangan kayu juga disalurkan, seperti bor listrik, serut kayu, mesin amplas, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Bagi para siswa di sekolah tersebut, berbagai peralatan itu bukan sekadar sarana belajar. Lebih dari itu, alat-alat tersebut menjadi pintu menuju kemandirian serta cara bagi mereka untuk menemukan potensi yang mungkin selama ini tersembunyi. Ketua IKBI PalmCo, Lina Jatmiko, mengaku kunjungan tersebut menjadi pengalaman emosional yang sangat berkesan.
“Sering kali kita datang dengan niat untuk memberi. Namun hari ini justru kami yang merasa menerima begitu banyak pelajaran dari anak-anak di sini, tentang keberanian, ketulusan, dan semangat untuk terus belajar,” ujarnya.
Sebagai seorang ibu, Lina memahami betapa besar kesabaran dan kasih sayang yang diperlukan dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang setiap hari mendampingi perkembangan anak-anak tersebut.
“Kalian semua adalah anak-anak yang luar biasa. Teruslah belajar, teruslah bermimpi, dan jangan pernah ragu dengan kemampuan yang kalian miliki,” katanya menyemangati para siswa.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Sri Mujinab, Natta Riviana, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh PalmCo dan IKBI kepada sekolah tersebut. Menurut perempuan yang akrab disapa Ana itu, bantuan yang diberikan sangat membantu dalam menunjang proses pembelajaran sekaligus pengembangan keterampilan para siswa.
“Kami merasa sangat terhormat karena Bapak Direktur Utama PalmCo dan Ibu Ketua IKBI berkenan hadir langsung dari Jakarta ke Pekanbaru untuk menyerahkan bantuan ini,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran langsung pimpinan perusahaan serta organisasi keluarga karyawan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian terhadap pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Sumber: kabarbumn.com














