PELALAWAN, SAWIT INDONESIA –Keberadaaan perusahaan perkebunan kelapa sawit tidak hanya dirasakan oleh para petani plasma dan petani swadaya yang mengirimkan buah (Tandan Buah Sawit) ke perusahaan, melainkan oleh masyarakat lainnya. Dengan menunjukkan kepeduliannya pada kesehatan masyarakat.
Bahkan, keberadaan perusahaan juga dirasakan oleh Kepala Puskesmas Kerumutan - Pelalawan, Harno yang menerima beberapa bantuan dari PT Sawit Lembah Subur (SLS), anak usaha PT. Astra Agro Lestari, Tbk. Salah satunya, bantuan dana, sarana dan prasarana untuk mendukung pengolahan daun kelor. Saat ini, Puskesmas Kerumutan dibantu PT. SLS berupaya mengentaskan risiko stunting dengan cara membudidayakan daun kelor dan memanfaatkannya.
“Bantuan dana, sarana dan prasarana dari PT SLS untuk mengolah daun kelor menjadi bubuk (daun kelor) menjadi fokus untuk mengentaskan risiko stunting. Langkah ini, sebagai upaya mengentaskan risiko stunting dengan memanfaatkan potensi yang ada di daun kelor. Kami juga melakukan pelatihan kader dengan harapan ekstrak daun kelor bisa diekspor,” kata Harno, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi sawitindonesia.com, Senin (9 September 2024).
Dijelaskan Harno pihaknya bersama PT. SLS sudah menggalang penanaman daun kelor di setiap rumah untuk wilayah Kerumutan sejak 2019. Dalam 5 tahun terakhir, jumlah penderita gizi buruk mengalami penurunan drastis.
“Awalnya ada sekitar 20 anak dengan gizi buruk dan riwayat penyakit. Setelah kami galakkan penanaman daun kelor dan pembagian bibitnya, sejak 2023 Kecamatan ini sudah masuk dalam kategori zero stunting,” jelasnya.
Semua wilayah memiliki risiko gizi buruk dan stunting, tetapi yang perlu diperhatikan ialah cara menanggulanginya dengan segala keterbatasan. “Oleh sebab itu, daun kelor bisa menjadi solusi pengentasan stunting,” tegas Harno.
Beragam manfaat daun kelor, hal yang simpel yaitu untuk bahan sayuran yang dapat dimasak sebagai sayur untuk salah satu menu MPASI. Selain, itu dapat dikeringkan hingga bisa diolah menjadi serbuk dan diseduh sebagai minuman bagi ibu hamil.
Sementara itu, dalam buku Daun Kelor, Stunting, dan Ketahanan Nasional yang ditulis oleh dr Theresia Monica Rahardjo menyebutkan bahwa tanaman itu kaya akan nutrisi. Misalnya asam amino, antioksidan, dan senyawa anti inflamasi. Selain itu, tanaman ini juga mengandung vitamin dan mineral tingkat tinggi seperti zat besi, kalsium, vitamin A, B, C dan E.
Asisten CSR, PT Sari Lembah Subur (SLS), Hanafi Febrian menyampaikan bila penanaman daun kelor merupakan inisiatif perusahaan, warga dan Puskesmas.
“Dengan penanaman tersebut para warga bisa menerima manfaat. Penanaman kelor kami lakukan serentak di desa-desa dan rumah-rumah karena memiliki manfaat yang bagus bagi tubuh,” ujarnya.
Harno menambahkan sejauh ini hanya PT SLS yang peduli terhadap kesehatan Masyarakat di wilayah Kerumutan, sedangkan perusahaan lain belum memberikan kontribusi. “Oleh sebab itu, kami merasa terbantu dengan program Community Feeding Center (CFC) yang telah berjalan sejak 2016,” ujarnya.
Saat ini, ada 27 posyandu plus 8 posyandu internal di 10 Desa dalam Kecamatan Kerumutan. “CFC hanya ada di Kerumutan, Puskesman lain di Pelalawan belum ada. Hal ini karena saya dan PT SLS peduli dengan pertumbuhan generasi sehat,” tambahnya.














